Jumat, 04 Mei 2012

sekilas ZUHUD.....



Bismillahirrahmaanirrahiim...

Ketahuilah bahwa cinta dunia pangkal segala kesalahan, sedangkan zuhud terhadap dunia merupakan maqom yg mulia. Dan yg dimaksud dg zuhud adalah memalingkan diri dari sesuatu yg disukai demi untuk sesuatu yg lebih baik. Telah ma' ruf yg dimaksud zuhud adalah meninggalkan dunia, barang siapa segala sesuatu selain Allah maka disebut zahid yg sempurna.

Bukankah yg disebut zuhud itu meninggalkan harta, tetapi yg disebut zuhud itu meninggalkan dunia karena tahu kerusakan & berpaling pada akhirat yg kekal. Firman Allah swt: ``Apa" yg disisimu akan sirna, & apa yg disisi Allah kan kekal`` {Qs An Nahl: 96}. Berkata al-Fudhail: Allah menciptakan keburukan dalam satu rumah & menjadikan cinta dunia sebagai kuncinya, & Allah menciptakan kebaikan satu rumah & menjadikan Zuhud sebagai kuncinya.

Tingkatan zuhud ada 3, yg pertama adalah orang berusaha untuk Zuhud terhadap dunia & ia merasa berat, tetapi ia berusha sekuat tenaga, orang ini disebut sebagai mutazzahid & ini tingkatan yg rendah. Tingkatan kedua adalah ia telah mampu zuhud dg sukarela tanpa harus menguras kemampuan, tetapi ia dapat melihat kezuhudannya & dapat merasakan bahwa ia telah meninggal dunia & merasa senang karenanya. Sementara derajat ketiga & yg tertinggi adalah yg zuhud dg mudah, & ia sudah demikian zuhud sehingga merasa biasa saja dg kezuhudannya karena ia sudah merasa bahwa dunia itu tidak ada nilainya sedikitpun, maka jadilah ia seperti orang yg membuang kotoran & pergi tanpa menoleh ataupun mengingat lagi, padahal dunia jika dibandingkan dg sampah masih hina lagi nilainya.

Zuhud dilakukan terhadap berbagai hal sebab:

1. Zuhud terhadap makanan, dalam hadist Nabi Saw disebutkan kata 'Aisyah ra kepada keponakannya 'Urwah: ``Telah berlalu atas kami bulan baru, bulan baru, bulan baru( 3 bulan) sementara tidak pernah menyala api di dapur rumah Nabi Saw & keluarganya, maka ditanyakan oleh 'Urwah: Wahai bibinda makan dg apa kalian makan? Di jawab: Dengan air & kurma``. {HR. Bukhari 8/12 & Muslim 8/217}

2. Zuhud terhadap pakaian, diriwayakat Abi Bardah: ``Telah keluar 'Aisyah ra pada kami membawa sehelai selendang kasar & selembar kain kasar sambil berkata: Telah dibungkus jasad Nabi Saw dg kain seperti ini``. {HR. Bukhari 7/195, Muslim 6/145, Abu Daud 4036 & Tarmidzi 1733} Dan berkata: Al Hasan ra; Umar ra pernah berkutbah saat ia menjabat presiden pertama di bajunya akan di hitung ada 12 bekas jahitan.

3. Zuhud terhadap tempat tinggal, dalam hadist disebutkan: ``Seorang muslim diberi pahala dari semua harta yg dinafkahkan, kecuali dari apa yg dibuatnya dari tanah ini (bangunan)``. {HR Ibnu Majah 4163} berkata al Hasan ra: Jika memasuki rumah Nabi Saw, maka kepalaku menyetuh atap daun kurmannya.

4. Zuhud dalam alat rumah tangga, dalam hadist disebutkan kata Umar ra: ``Saya masuk kedalam rumah Nabi saw, sedang ia bertelekan pada sebuah tikar kasar sehingga berbekas pada tubuhnya, maka aku melihat pada perabotannya kulihat segenggam tepung sebanyak 1 sha`.`` {HR.Bukhari 7/38, Muslim 4/189,191}

Zuhud yg terbaik menurut Ibnul Mubarak adalah yg menyembunyikan kezuhudannya dari manusia, ciri"nya adalah:

1. Ia tidak merasa senang dg adanya sesuatu & merasa sedih dg ketiadaannya, sebagai firman Allah swt: "Agar engkau tidak berputus asa atas apa yg hilang darimu & merasa senang dg apa yg ada padamu". {Qs. Al Hadiid 23} Dan inilah zuhud dalam harta.

2. Sama baginya dicela atau dipuji, ini merupakan tanda zuhud terhadap kedudukan.

3. Sangat dekat ia dg Allah, & hatinya dikuasai kelezatan taat pada Allah swt.

Ketahuilah bahwa antara cinta pada Allah dg cinta pada dunia sebagaimana air dg udara sedalam sebuah bejana yg dipenuhi dg air, 2/3 nya, 1/2 nya, & seterusnya sampai ada yg kosong sama sekali dari air. Maka dimanakah letak hatimu?!

In uriidu illal ishlaaha mas tatho ' tu ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.