Bismillahirrahmaanirrahiim...
Ketahuilah bahwa
cinta dunia pangkal segala kesalahan, sedangkan zuhud terhadap dunia merupakan
maqom yg mulia. Dan yg dimaksud dg zuhud adalah memalingkan diri dari sesuatu
yg disukai demi untuk sesuatu yg lebih baik. Telah ma' ruf yg dimaksud zuhud
adalah meninggalkan dunia, barang siapa segala sesuatu selain Allah maka
disebut zahid yg sempurna.
Bukankah yg
disebut zuhud itu meninggalkan harta, tetapi yg disebut zuhud itu meninggalkan
dunia karena tahu kerusakan & berpaling pada akhirat yg kekal. Firman Allah
swt: ``Apa" yg disisimu akan sirna, & apa yg disisi Allah kan kekal``
{Qs An Nahl: 96}. Berkata al-Fudhail: Allah menciptakan keburukan dalam satu
rumah & menjadikan cinta dunia sebagai kuncinya, & Allah menciptakan
kebaikan satu rumah & menjadikan Zuhud sebagai kuncinya.
Tingkatan zuhud
ada 3, yg pertama adalah orang berusaha untuk Zuhud terhadap dunia & ia
merasa berat, tetapi ia berusha sekuat tenaga, orang ini disebut sebagai
mutazzahid & ini tingkatan yg rendah. Tingkatan kedua adalah ia telah mampu
zuhud dg sukarela tanpa harus menguras kemampuan, tetapi ia dapat melihat
kezuhudannya & dapat merasakan bahwa ia telah meninggal dunia & merasa
senang karenanya. Sementara derajat ketiga & yg tertinggi adalah yg zuhud
dg mudah, & ia sudah demikian zuhud sehingga merasa biasa saja dg
kezuhudannya karena ia sudah merasa bahwa dunia itu tidak ada nilainya
sedikitpun, maka jadilah ia seperti orang yg membuang kotoran & pergi tanpa
menoleh ataupun mengingat lagi, padahal dunia jika dibandingkan dg sampah masih
hina lagi nilainya.
Zuhud dilakukan
terhadap berbagai hal sebab:
1. Zuhud terhadap
makanan, dalam hadist Nabi Saw disebutkan kata 'Aisyah ra kepada keponakannya
'Urwah: ``Telah berlalu atas kami bulan baru, bulan baru, bulan baru( 3 bulan)
sementara tidak pernah menyala api di dapur rumah Nabi Saw & keluarganya,
maka ditanyakan oleh 'Urwah: Wahai bibinda makan dg apa kalian makan? Di jawab:
Dengan air & kurma``. {HR. Bukhari 8/12 & Muslim 8/217}
2. Zuhud terhadap
pakaian, diriwayakat Abi Bardah: ``Telah keluar 'Aisyah ra pada kami membawa
sehelai selendang kasar & selembar kain kasar sambil berkata: Telah
dibungkus jasad Nabi Saw dg kain seperti ini``. {HR. Bukhari 7/195, Muslim
6/145, Abu Daud 4036 & Tarmidzi 1733} Dan berkata: Al Hasan ra; Umar ra
pernah berkutbah saat ia menjabat presiden pertama di bajunya akan di hitung
ada 12 bekas jahitan.
3. Zuhud terhadap
tempat tinggal, dalam hadist disebutkan: ``Seorang muslim diberi pahala dari
semua harta yg dinafkahkan, kecuali dari apa yg dibuatnya dari tanah ini
(bangunan)``. {HR Ibnu Majah 4163} berkata al Hasan ra: Jika memasuki rumah
Nabi Saw, maka kepalaku menyetuh atap daun kurmannya.
4. Zuhud dalam
alat rumah tangga, dalam hadist disebutkan kata Umar ra: ``Saya masuk kedalam
rumah Nabi saw, sedang ia bertelekan pada sebuah tikar kasar sehingga berbekas
pada tubuhnya, maka aku melihat pada perabotannya kulihat segenggam tepung
sebanyak 1 sha`.`` {HR.Bukhari 7/38, Muslim 4/189,191}
Zuhud yg terbaik
menurut Ibnul Mubarak adalah yg menyembunyikan kezuhudannya dari manusia,
ciri"nya adalah:
1. Ia tidak
merasa senang dg adanya sesuatu & merasa sedih dg ketiadaannya, sebagai
firman Allah swt: "Agar engkau tidak berputus asa atas apa yg hilang
darimu & merasa senang dg apa yg ada padamu". {Qs. Al Hadiid 23} Dan
inilah zuhud dalam harta.
2. Sama baginya
dicela atau dipuji, ini merupakan tanda zuhud terhadap kedudukan.
3. Sangat dekat
ia dg Allah, & hatinya dikuasai kelezatan taat pada Allah swt.
Ketahuilah bahwa
antara cinta pada Allah dg cinta pada dunia sebagaimana air dg udara sedalam
sebuah bejana yg dipenuhi dg air, 2/3 nya, 1/2 nya, & seterusnya sampai ada
yg kosong sama sekali dari air. Maka dimanakah letak hatimu?!
In uriidu illal
ishlaaha mas tatho ' tu ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.