Coba lihat lebih dalam dan lebih jauh
Negeri yang katanya Gema ripah
loh jinawi tata tentrem kerta raharja itu kini merana .... tengoklah.....
betapa jutaan saudara-saudara kita kehilangan pekerjaannya disamping yang lain
terjerumus ke dalam jurang kemiskinan yang lebih dalam. Sementara yang masih
bekerja dibayang-bayangi ketakutan habis kontraknya dan tidak diperpanjang
lagi. Ketika ratusan orang bersenda gurau dengan trilyunan uang rakyat,
sementara itu ratusan juta saudara kita yang
lain tengah mengurut dada karena sulitnya mencari rupiah. Bayangan akan
datangnya kemakmuran selepas era reformasi ternyata tak kunjung terpenuhi.
Pemerintahan yang katanya kredibel sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf
perekonomian rakyat ternyata hanya ilusi. Para anggota Dewan (pake D buka K) menari kegirangan sambil menebar pesona
dengan janji akan mengawal reformasi hingga terpenuhi kemakmuran yang merata
juga tak kunjung nyata keberadaannya. Akhirnya kucoba mereka-reka Apa
yang sesungguhnya terjadi pada negeri ini ?.
Jangan-jangan langit kelabu yang
menimpa kita tahun-tahun ini terjadi karena seluruh bangsa ini sudah menjadi
keluarga besar Fir’aun. Jangan-jangan para pemegang kekuasaan diantara kita
sudah menjadi Fir’aun-Fir’aun kecil, yang menggunakan kekuasaan untuk memeras
yang lemah, menindas yang rendah dan merampas hak orang yang tak berdaya.
Jangan-jangan orang-orang berduit
kita sudah menjadi Qarun, yang rakus mengumpulkan dunia dengan tidak peduli
halal dan haram. Demi uang kita tak ragu menghantam, memfitnah, menyakiti,
bahkan membunuh sesama saudara kita. Kita sudah menjadi binatang-binatang buas di rimba belantara hedonisme
nafsu duniawi. Zamrud khatulistiwa sudah kita ubah menjadi rimba raya yang
menakutkan.
Jangan-jangan para cerdik pandai kita sudah menjadi Hamman, yang
mempersembahkan kecerdasannya untuk mengabdi kepada kezaliman. Kecerdikan
kita gunakan untuk meliciki orang banyak. Kepintaran kita manfaatkan untuk mem-minter-i orang-orang bodoh.
Jangan-jangan ulama’ kita sudah
menjadi Bal’am bin Ba’ura. Kita jual ayat-ayat untuk memenuhi hawa nafsu kita.
Kita mengemas ambisi dunia dengan ritus-ritus kesalihan. Kita ayunkan langkah
kita ke istana para penguasa dengan menundukkan kepala dihadapan mereka seraya
menggumamkan ayat-ayat Allah untuk membenarkan kedzaliman mereka.
Jangan-jangan kita semua sudah
tidak peduli lagi dengan perintah-perintah Tuhan. Kita semua sudah menjadi
budak-budak dunia. Di masjid kita besarkan asma Allah, di luar masjid kita menyepelekan
Dia. Tangan-tangan yang kita angkat dalam doa-doa kita adalah juga
tangan-tangan yang bergelimang dosa, manipulasi angka-angka dan berbagai aktifitas tercela. Lidah-lidah yang kita getarkan untuk
menyebut asma Allah yang suci adalah juga lidah-lidah yang berlumuran kata-kata
kotor, janji palsu dan basa basi kemunafikan. Kepala yang kita rebahkan dalam sujud adalah juga kepala
yang kita dongakkan dengan sombong dihadapan hamba-hamba Allah lainnya.
Lalu,...... Wallahu A’lam, aku tak tau Entah apa kalian tau ???

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.