Kamis, 24 Mei 2012

coba merajabi hari hari dg renungan ini .....


JIKA NABI DATANG KE RUMAHMU ........
Jika Nabi Muhammad tiba-tiba datang ke rumahmu
Untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu
Tanpa kabar apa-apa sebelumnya
Apa yang akan kau lakukan untuk nya ?
Akankah segera kau sembunyikan buku-buku duniamu
Lalu kau keluarkan dengan cepat kitab-kitab hadits di rak bukumu ?
Atau kau sembunyikan majalah-majalah yang selama menggiring kamu untuk bertindak permisif dan bergaya hedonis
Lalu kau hiasi mejamu dengan Qur’an yang telah berdebu ?
Akankah kau masih asyik menikmati sajian film-film X yang kau simpan dalam file pribadimu ?
Atau dengan cepat kau hapus dan matikan sebelum dilihat Nabi ?
Lalu kau hiasi screen laptopmu dengan kaligrafi dan kau ganti nada deringmu dengan lagu rabbani agar Nabi tahu bahwa kamu benar-benar seorang religius sejati ? ...
Bila Nabi mengajakmu jalan-jalan Maukah kamu mengajak Nabi berkunjung ke tempat-tempat yang biasa kau datangi ?
Atau dengan cepat rencanamu kau ganti dengan silaturrahim ke para ustadz dan kiyai, sanak famili, pondok pesantren, madrasah .... yang selama ini kau jahui
Akankah kau bahagia bila Nabi terpaksa memperpanjang kunjungannya ?
Atau kau malah tersiksa ..... karena teramat banyak yang harus kau sembunyikan darinya ?
Dan .... jika Nabi Muhammad berkehendak ingin menyaksikan keseharianmu
Akankah kau tetap mengerjakan pekerjaan yang sehari-hari yang biasa kau lakukan ? (termasuk ngenet, Fb and chat yang kadang mengulur waktu shalatmu)
Akankah kau berbusana, berkata dan bertindak seperti yang sehari-hari menghiasimu ?
Akankah tetap kau jalankan sewajarnya hidupmu seperti halnya jika Nabi tidak ke rumahmu ?
Hmmmm sangat menarik untuk tahu
Apa yang akan kau lakukan .... ? Jika Nabi Muhammad datang mengetuk pintu rumahmu......

Senin, 21 Mei 2012

Rajab maknai dengan amaliahmu......

ADA APA DENGAN BULAN RAJAB ?

Penamaan Bulan Ini
Rajab adalah salah satu dari nama bulan Islam yang disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallohu alaihi wasallam. Rajab dalam bahasa Arab bermakna agung dan terhormat, bulan ini disebut dengan Rajab yang berarti agung dan terhormat karena kaum Jahiliyah dulu sangat mengagungkan dan menghormati bulan ini. Imam Ibnu Rajab Al Hanbali dalam Lathoif Al Ma’arif menyebutkan dari nukilan sebagian ulama ada 14 nama untuk bulan ketujuh ini dan sebagian lagi menyebut hingga 17 nama. Al Hafizh Ibnu Hajar menukil penjelasan dari Ibnu Dihyah bahwa bentuk jamak dari kata Rajab adalah Arjaab, Rajabaanaat, Arjabah, Araajib dan Rajaabii, lalu beliau (Ibnu Dihyah) menyatakan bahwa bulan ini memiliki 18 nama kemudian beliau merinci satu demi satu nama tersebut (lihat Muqaddimah Tabyiin Al ‘Ajab)

Rajab Termasuk dari Bulan-Bulan Haram
Rajab merupakan salah satu diantara bulan yang memiliki kemuliaan selain Ramadhan karena dia termasuk diantara empat bulan yang haram. Kemuliaan dan keagungan ini telah diisyaratkan dalam Firman Allah Azza wa Jalla,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.(QS. At Taubah : 36)

Dalam sebuah hadits shohih yang diriwayatkan oleh sahabat yang mulia Abu Bakrah Nufai’ bin Harits radhiyallohu anhu dari Nabi shallallohu alaihi wasallam, beliau menerangkan keempat bulan haram yang dimaksud dengan sabdanya:

« إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ ...»

“Sesungguhnya zaman telah beredar sebagaimana yang ditentukan di waktu Dia menciptakan langit dan bumi,dalam setahun terdapat dua belas bulan diantaranya empat bulan haram; tiga bulan diantaranya berurutan, (keempat bulan haram itu adalah) Dzulqa’dah, Dzulhijjah Muharram dan Rajab bulan Mudhar yang berada diantara Jumada (Akhiroh) dan Sya’ban” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengapa dinamakan bulan-bulan haram ?
Para ulama berbeda pendapat mengapa keempat bulan tersebut dinamakan dengan bulan haram, ada dua pendapat yang terkenal :

Pendapat Pertama : Dinamakan bulan haram dikarenakan besarnya kehormatan dan keagungan bulan-bulan tersebut serta besarnya akibat dari dosa yang dilakukan padanya. Abdullah bin Abbas radhiyallohu ‘anhuma berkata, “Allah mengkhususkan empat bulan yang dijadikannya sebagai bulan-bulan haram, kehormatannya sangat agung, dosa-dosa pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) dan Dia menjadikan amal sholeh dan pahalanya (di bulan tersebut) juga lebih besar” (lihat: Latho’if Al Ma’arif oleh Ibnu Rajab) . Salah seorang mufassir dari kalangan tabi’in yang bernama Qatadah bin Diamah As Sadusi ketika menjelaskan makna firman Allah di surat At Taubah ayat 36, “...maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu...”, beliau berkata, “Amalan sholeh di bulan-bulan haram lebih besar pahalanya sebagaimana perbuatan menganiaya lebih besar dosanya di bulan-bulan haram walaupun secara umum di bulan mana saja perbuatan menganiya adalah dosa besar” (lihat Tafsir Al Baghawi)

Pendapat Kedua : Dinamakan bulan-bulan haram karena peperangan diharamkan pada bulan-bulan tersebut dan hal ini sudah dikenal sejak zaman Jahiliyah bahkan konon sejak zaman Nabi Ibrahim alaihis salam. Dalam Al Quran Allah subhanahu wa ta’ala telah menegaskan haramnya berperang di bulan-bulan haram, (artinya) :

“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh...(QS. Al Baqarah : 217).

Akan tetapi para ulama berbeda pendapat apakah larangan berperang di bulan haram hukumnya tetap berlaku atau sudah mansukh? Jumhur ulama berpendapat hukumnya telah mansukh karena para sahabat sepeninggal Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam banyak mengadakan penaklukan di berbagai negeri dan berjihad lalu tidak dinukil bahwa mereka berhenti pada saat memasuki bulan haram, hal ini menunjukkan bahwa mereka ijma’ larangan tersebut telah mansukh. Sebagian ulama salaf diantaranya ‘Atho’ memandang hukumnya tetap berlaku dan tidak mansukh, sebagian ulama lain merinci hukumnya dan mengatakan larangan tersebut berlaku jika mengawali peperangan di bulan-bulan haram adapun jika awalnya terjadi di luar bulan haram lalu berlanjut hingga bulan-bulan haram maka hal tersebut tidak mengapa atau rincian lain bahwa larangan tersebut jika jihad yang ofensif (menyerang) adapun jika jihad dalam rangka mempertahankan diri maka boleh di bulan apa saja , wallohu a’lam (lihat : Tafsir al Qurthubi, Zaadul Masir, tafsir as Sa’di dll)

Adakah Keistimewaan dan Amalan Khusus yang Dianjurkan di Bulan Rajab?
Para ulama kita menjelaskan bahwa keempat bulan haram tersebut memiliki keistimewaan dan keutamaan jika dibandingkan bulan-bulan lainnya kecuali bulan Ramadhan. Namun mereka berbeda pendapat manakah diantara empat bulan haram tersebut yang lebih afdhal; sebagian ulama Syafi’iyyah mengatakan yang paling afdhal bulan Rajab akan tetapi pendapat ini dilemahkan oleh Imam Nawawi, Tabi’in yang mulia Hasan al Bashri mengatakan bulan Muharram dan ini yang ditarjihkan oleh imam Nawawi dan pendapat ketiga mengatakan bulan Dzulhijjah, pendapat terakhir ini diriwayatkan dari Said bin Jubair dan ini yang cenderung dipilih oleh Ibnu Rajab al Hanbali rahimahumullohu jami’an.
Kemudian telah kita sebutkan sebelumnya beberapa perkataan ulama yang menjelaskan keutamaan beramal sholeh di bulan-bulan haram, dengan demikian semua jenis ibadah dan amalan sholeh yang disyariatkan sepanjang tahun dianjurkan untuk diperbanyak pada bulan-bulan haram termasuk diantaranya bulan Rajab. Akan tetapi adakah amalan sholeh yang khusus dianjurkan di bulan Rajab?

Amalan Khusus yang Banyak Dikerjakan di Bulan Rajab dan Hukumnya

Jika kita melihat realita ummat kita maka kita dapati ada beberapa amalan yang dikerjakan oleh sebagian kaum muslimin secara khusus di bulan ini. Sebagian dari amalan tersebut memiliki dasar yang butuh penjelasan akan hakikatnya dan sebagian lagi tidak memiliki dasar sama sekali. Berikut ini beberapa contoh amalan yang banyak dikerjakan oleh sebagian kaum muslimin di bulan Rajab beserta penjelasan singkat tentang hukumnya :

1. Umroh di bulan Rajab
Dalil yang digunakan untuk menganjurkan umroh adalah atsar dari Ibnu Umar radhiyallohu anhuma

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ أَرْبَعًا إِحْدَاهُنَّ فِي رَجَبٍ

Dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melaksanakan umrah sebanyak empat kali. Salah satunya pada bulan Rajab. (HR. Tirmidzi dan dishohihkan oleh Albani).
Atas dasar itu maka Abdullah bin Umar radhiyallohu anhuma mengutamakan umroh di bulan Rajab. Salim bin Abdullah bin Umar mengatakan, “Adalah Abdullah bin Umar menyukai berumroh di bulan Rajab -yang merupakan bulan haram- dari bulan-bulan yang ada dalam setahun” (Atsar ini shohih diriwayatkan oleh Abu Muhammad Hasan Al Khallal dalam Fadhoil Syahr Rajab, no.9)

Namun pendapat ini telah dibantah oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallohu anha; sebagaimana diceritakan oleh tabi’in mulia Mujahid bin Jabr, beliau berkata, Aku dan Urwah bin Zubair masuk ke mesjid Nabawi ternyata ada Abdullah bin Umar yang duduk menghadap kamar Aisyah...kemudia aku bertanya kepada Ibnu Umar, “Berapa kali Rasulullah shallallohu alaihi wasallam berumroh? Beliau menjawab, “Empat kali, salah satunya di bulan Rajab” Mujahid berkata, “Kami tidak suka membantah perkataan beliau, lalu kami mendengar suara siwak Aisyah Ummul Mukminin dari kamar beliau maka Urwah bertanya, “Wahai Ibu,wahai ummul mukminin, apa engkau tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Abu Abdirrahman(Ibnu Umar)? Beliau bertanya, “Apa yang beliau (Ibnu Umar) katakan?” Urwah menjawab, “Beliau (Ibnu Umar) berkata sesungguhnya Rasulullah shallallohu alaihi wasallam telah berumroh empat kali dan salah satunya di bulan Rajab” Aisyah berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Abdirrahman, beliau shallallohu alaihi wasallam tidak pernah berumrah kecuali dia menyaksikannya dan beliau tidak pernah umroh sekalipun di bulan Rajab” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pernyataan Aisyah radhiyallohu anhu ditarjihkan dan didukung oleh banyak ulama diantaranya Al Allamah Al Muhaqqiq Ibnu Qayyim Al Jauziyah di kitab beliau Zaadul Ma’ad (2/116), bahkan beliau menegaskan kekeliruan orang menyatakan hal itu,wallohu a’lam

2. Menyembelih di bulan Rajab
Mikhnaf bin Sulaim radhiyallohu anhu berkata, kami sedang berwukuf dengan Rasulullah shallallohu alaihi wasallam di padang Arafah lalu beliau mengatakan,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِي كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةً وَعَتِيرَةً أَتَدْرُونَ مَا الْعَتِيرَةُ هَذِهِ الَّتِي يَقُولُ النَّاسُ الرَّجَبِيَّةُ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya atas setiap keluarga dalam setiap tahunnya berudhiyyah dan ‘atirah, tahukah kalian apa yang dimaksud dengan ‘Atirah? Ini yang orang menamakannya dengan Rajabiyyah” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud serta dihasankan oleh Albani)

‘Atirah atau Rajabiyyah adalah sembelihan yang dikenal di zaman Jahiliyah dimana mereka melakukannya di sepuluh hari pertama dari bulan Rajab dalam rangka taqarrub kepada Allah. Di zaman Jahiliyyah mereka persembahkan sembelihan tersebut kepada berhala-berhala mereka, kadang didahului dengan nadzar dan kadang tanpa ada nadzar sebelumnya.
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum ‘atirah dalam syariat Islam dan yang rojih insya Allah hukumnya telah mansukh (tidak berlaku lagi) dan ini adalah pendapat mayoritas para ulama sebagaimana yang dinukil oleh imam Nawawi dari al Qadhi ‘Iyadh rahimahumalloh, karenanya imam Abu Daud setelah meriwayatkan hadits di atas beliau menegaskan bahwa hadits ini mansukh hukumnya,wallohu a’lam
Diantara dalil yang menunjukkan bahwa hal ini telah mansukh, sabda Rasulullah shallallohu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa beliau bersabda,

لَا فَرَعَ وَلَا عَتِيرَةَ قَالَ وَالْفَرَعُ أَوَّلُ نِتَاجٍ كَانَ يُنْتَجُ لَهُمْ كَانُوا يَذْبَحُونَهُ لِطَوَاغِيَتِهِمْ وَالْعَتِيرَةُ فِي رَجَبٍ

"Tidak ada Fara' dan Atirah. Fara' adalah anak pertama seekor unta yang mereka sembelih untuk sesembahan mereka, dan Atirah adalah hewan (kambing) yang mereka sembelih di bulan Rajab." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Puasa sunnah
Tidak ada hadits shohih marfu’ yang mengkhususkan puasa sunnah di bulan Rajab, karenanya sebagian dari ulama Salaf diantaranya Ibnu Umar radhiyallohu anhuma, Hasan al Bashri dan Abu Ishaq as Sabi’i rahimahumallohu memperbanyak puasa sunnah di keseluruh bulan haram tanpa mengkhususkannya di bulan Rajab.
Beberapa sahabat Rasulullah shallallohu alaihi wasallam diantaranya Aisyah, Umar bin Khaththab, Abu Bakrah, Ibnu Abbas dan Ibnu Umar radhiyallohu anhum jami’an telah mengingkari orang yang berpuasa penuh di bulan Rajab atau mengkhususkan puasa di bulan Rajab.
Ibnu Sholah rahimahulloh berkata, “Tidak ada hadits shohih yang melarang atau menganjurkan secara khusus berpuasa di bulan Rajab maka hukumnya sama saja dengan bulan lainnya yaitu anjuran berpuasa secara umum”
Imam Nawawi rahimahulloh berkata, “Tidak ada larangan demikian pula anjuran secara khusus untuk berpuasa di bulan Rajab akan tetapi secara umum hukum asal puasa adalah dianjurkan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahulloh berkata tentang hadits-hadits keutamaan berpuasa dan sholat khusus di bulan Rajab, “Seluruhnya dusta menurut kesepakatan para ulama”
Asy Syaikh Utsaimin rahimahulloh berkata, “Tidak ada keutamaan khusus yang dimiliki oleh bulan Rajab dibandingkan dengan bulan-bulan haram lainnya, tidak dikhususkan umroh, puasa, shalat, membaca al quran bahkan dia sama saja dengan bulan haram lainnya. Seluruh hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan shalat atau puasa padanya maka derajatnya lemah yang tidak boleh dibangun di atasnya hukum syar’i”

4. Sholat Raghaib
Sholat ini jumlah rakaatnya 12 dengan enam kali salam, biasanya dikerjakan setelah shalat Maghrib di Jumat pertama bulan Rajab. Bacaan dalam setiap rakaat setelah surat Al Fatihah adalah surat Al Qadar sebanyak 3 kali dan surat Al Ikhlash sebanyak 12 rakaat. Setelah shalat biasanya mereka bershalawat sebanyak 70 kali lalu mereka berdoa sesukanya. Sholat yang seperti ini tidak diragukan lagi termasuk shalat yang bid’ah karena hadits yang menyebutkannya termasuk hadits palsu sebagaimana yang diterangkan oleh imam Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’aat.
Imam Nawawi berkata, “Para ulama berhujjah dengan larangan mengkhususkan malam Jumat untuk shalat dan puasa sebagai dalil tidak dibencinya shalat bid’ah yang dinamakan dengan shalat raghaib, semoga Allah membinasakan orang yang membuatnya, karena shalat tersebut bid’ah mungkar yang sesat dan tanda kejahilan, di dalamnya terdapat kemungkaran yang jelas. Sekelompok dari para imam telah menyusun tulisan yang berharga dalam menjelaskan keburukannya dan sesatnya orang yang mengerjakan dan melakukan bid’ahnya. Dalil-dali tentang keburukan, kebatilan dan kesesatan pelakunya sangatlah banyak tidak terhingga” (Syarah shohih Muslim)
Al Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata, Adapun ibadah sholat maka tidak ada dalil shohih yang mengkhususkannya, hadits-hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan sholat Raghaib di awal Jumat bulan Rajab dusta dan batil serta tidak shohih. Sholat raghaib termasuk bid’ah menurut mayoritas para ulama...Bid’ah ini pertama kalinya muncul setelah tahun 400-an hijriyah oleh karena itu para ulama terdahulu tidak mengetahuinya dan tidak membicarakannya” (Lathoif al Ma’arif)
Termasuk bid’ah dalam persoalan shalat di bulan Rajab adalah sholat yang dikerjakan secara khusus di pertengahan bulan Rajab. (lihat al Muadhu’aat oleh Ibnul Jauzi)

5. Peringatan Isra’ dan Mi’raj
Tidak ada hadits-hadits yang shahih yang menentukan kapan sebenarnya terjadi malam Isra’ dan Mi’raj apakah dia di bulan Rajab atau selainnya. Dan setiap hadits yang menentukan waktu terjadinya malam tersebut adalah hadits lemah menurut para ulama hadits. Dan dilupakannya manusia akan waktu terjadinya merupakan hikmah besar yang dikehendaki oleh Allah Azza wa Jalla. Bahkan sekiranya ada dalil shahih yang menentukan kapan terjadinya Isra’ Mi’raj maka tidak boleh bagi kaum muslimin mengkhususkannya dengan ibadah-ibadah tertentu dan tidak boleh pula merayakannya karena Nabi shallallohu alaihi wasallam dan para sahabatnya radhiyallohu anhum tidak pernah merayakannya dan tidak pula mengkhususkan malam tersebut dengan sesuatu kegiatan. Seandainya perayaan tersebut disyariatkan tentu Rasulullah shallallohu alaihi wasallam telah menjelaskannya kepada ummatnya, baik dengan perkataan ataupun dengan perbuatan dan seandainya hal itu pernah dilakukan tentu para sahabat akan menukilkan kepada kita karena mereka telah menukil dari Nabi mereka, segala sesuatu yang dibutuhkan oleh ummat ini dan mereka tidak pernah lalai menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan Ad Dien, bahkan mereka adalah orang-orang yang bersegera kepada setiap kebaikan, maka seandainya memperingati malam tersebut disyariatkan tentu mereka orang yang paling pertama melakukannya. Hudzaifah radhiyallohu anhu berkata : Setiap ibadah yang tidak dilakukan oleh para sahabat Rasulullah maka jangan kamu beribadah dengannya”. Said bin Jubair rahimahulloh juga telah mengatakan : “ Apa yang tidak dikenal oleh ahli Badar bukanlah bagian dari Ad Dien
Nabi shallallohu alaihi wasallam juga orang yang paling banyak bernasehat kepada manusia dan menyampaikan seluruh risalah ini serta telah menunaikan amanah. Maka seandainya mengagungkan dan merayakan malam tersebut merupakan bagian dari Ad Dien tentu Nabi shallallohu alaihi wasallam telah menyampaikannya dan tidak akan menyembunyikannya. Karenanya ketika hal itu tidak beliau sampaikan, maka diketahuilah bahwa merayakan dan mengagungkannya bukanlah bagian dari Islam sedikitpun, dan Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan bagi ummat ini dien mereka serta mencukupkan nikmat-Nya atas mereka dan Dia mengingkari siapa saja yang membuat syariat yang tidak diizinkan-Nya, sebagaimana Allah Azza wa Jalla berfirman dalam surah Al Maidah:3

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِيْنًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam jadi agama bagimu”

Kesimpulan
Dari pemaparan yang telah disebutkan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa bulan Rajab adalah salah satu diantara bulan-bulan suci yang dihormati, seyogyanya bagi seorang muslim yang mengagungkan Rabbnya memuliakan bulan ini dengan memperbanyak amalan-amalan sholeh dan menghindarkan dirinya dari segala macam yang dilarang dalam syariat berupa maksiat dan lainnya. Tidak ada dalil shohih yang menganjurkan amalan khusus di bulan ini karena itu bagi yang ingin meraih kemuliaan bulan ini, hendaknya mencukupnya dirinya dengan amalan-amalan yang disyariatkan dan jangan melakukan hal-hal baru dalam peribadatan yang menjerumuskan dirinya dalam bid'ah yang justru akan menodai kehormatan bulan ini dan menjadikannya terjatuh dalam dosa besar, Wallohu A'lam wahuwa Waliyyut Taufiq

Hanya sekedar uangkah yang kau cari ?


Coba lihat lebih dalam dan lebih jauh 
Negeri yang katanya Gema ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja itu kini merana .... tengoklah..... betapa jutaan saudara-saudara kita kehilangan pekerjaannya disamping yang lain terjerumus ke dalam jurang kemiskinan yang lebih dalam. Sementara yang masih bekerja dibayang-bayangi ketakutan habis kontraknya dan tidak diperpanjang lagi. Ketika ratusan orang bersenda gurau dengan trilyunan uang rakyat, sementara itu ratusan juta saudara kita yang  lain tengah mengurut dada karena sulitnya mencari rupiah. Bayangan akan datangnya kemakmuran selepas era reformasi ternyata tak kunjung terpenuhi. Pemerintahan yang katanya kredibel sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf perekonomian rakyat ternyata hanya ilusi. Para anggota Dewan (pake D buka K) menari kegirangan sambil menebar pesona dengan janji akan mengawal reformasi hingga terpenuhi kemakmuran yang merata juga tak kunjung nyata keberadaannya. Akhirnya kucoba mereka-reka Apa yang sesungguhnya terjadi pada negeri ini ?.

Jangan-jangan langit kelabu yang menimpa kita tahun-tahun ini terjadi karena seluruh bangsa ini sudah menjadi keluarga besar Fir’aun. Jangan-jangan para pemegang kekuasaan diantara kita sudah menjadi Fir’aun-Fir’aun kecil, yang menggunakan kekuasaan untuk memeras yang lemah, menindas yang rendah dan merampas hak orang yang tak berdaya.

Jangan-jangan orang-orang berduit kita sudah menjadi Qarun, yang rakus mengumpulkan dunia dengan tidak peduli halal dan haram. Demi uang kita tak ragu menghantam, memfitnah, menyakiti, bahkan membunuh sesama saudara kita. Kita sudah menjadi binatang-binatang buas di rimba belantara hedonisme nafsu duniawi. Zamrud khatulistiwa sudah kita ubah menjadi rimba raya yang menakutkan.
Jangan-jangan para cerdik pandai kita sudah menjadi Hamman, yang mempersembahkan kecerdasannya untuk mengabdi kepada kezaliman. Kecerdikan kita gunakan untuk meliciki orang banyak. Kepintaran kita manfaatkan untuk mem-minter-i orang-orang bodoh.

Jangan-jangan ulama’ kita sudah menjadi Bal’am bin Ba’ura. Kita jual ayat-ayat untuk memenuhi hawa nafsu kita. Kita mengemas ambisi dunia dengan ritus-ritus kesalihan. Kita ayunkan langkah kita ke istana para penguasa dengan menundukkan kepala dihadapan mereka seraya menggumamkan ayat-ayat Allah untuk membenarkan kedzaliman mereka.

Jangan-jangan kita semua sudah tidak peduli lagi dengan perintah-perintah Tuhan. Kita semua sudah menjadi budak-budak dunia. Di masjid kita besarkan asma Allah, di luar masjid kita menyepelekan Dia. Tangan-tangan yang kita angkat dalam doa-doa kita adalah juga tangan-tangan yang bergelimang dosa, manipulasi angka-angka dan berbagai aktifitas tercela. Lidah-lidah yang kita getarkan untuk menyebut asma Allah yang suci adalah juga lidah-lidah yang berlumuran kata-kata kotor, janji palsu dan basa basi kemunafikan. Kepala yang kita rebahkan dalam sujud adalah juga kepala yang kita dongakkan dengan sombong dihadapan hamba-hamba Allah lainnya.
Lalu,...... Wallahu A’lam, aku tak tau Entah apa kalian tau ???

Sabtu, 12 Mei 2012

Nasehat ayah untuk putrinya


Anakku,…
Belum lepas ingatan ayah, ketika suaramu nyaring lepas dari rahim ibumu. Ketika langkah-langkah tertatih, engkau memburu rindu kemudian berbaring manja di pelukan ibumu. Berceloteh memilih kata yang lucu, dan sesekali mengadu dengan iringan tangis.
Alangkah cepatnya waktu berlalu, satu persatu rumah ini ditinggal penghuninya …. Hari ini, seperti juga hari-hari berlalu … ayah dan ibumu menghantarkan engkau merengkuh duniamu yang baru.
Anakku sayang,
Kini engkau telah menjadi seorang istri. Menyeberangi kehidupan dewasa melalui sunnah yang sangat indah, pernikahan…
Biduk itu telah terlepas dari tambatannya,.. perlahan tapi pasti kalian berdua harus merengkuh bahtera itu. Di depan kini hanya suamimu berdiri dengan gagah memandang tajam kehidupan, mewaspadai badai dan topan…. Melengking sesekali suaranya untuk memberikan komando.
Tugasmu adalah mendampinginya, menjadi bagian dari tulang rusuknya. Memberi pelita ketika gelap, memberikan kehangatan ketika mendung. Menjadi penghibur yang ulung untuk terus memikat cintanya.
Kini,….. jangan engkau tengok lagi pantai gersang di belakangmu, karena di depan sana…. Ya… di depan sana dimana biduk mengarah, terhampar pantai harapan. Baker dan hanguskan seluruh masa lalumu. Lumat dan campakkan segala jerat nafsu yang merayu untuk tetap menoleh ke belakang.
Kini engkau membawa biduk jaman dan kisahmu sendiri yang nyata dan pasti. Kalau engkau tetap dalam bayangan masa lalumu,…. Ah kesia-siaan mana lagi yang lebih nista dari penghayal ??
Dalam gersangnya samudra luas, bisa jadi kalian berdua melihat gambaran indah, tetapi waspadalah siapa tau itu hanyalah fatamorgana, permainan alam yang bisa membelokkan arah kemana biduk mengarah.
Dalam kejenuhan perjalanan, sesekali engkau bisa bertengkar. Tetapi janganlah larut dalam perselisihan, karena itu tidak memberikan apapun kecuali sempitnya hati kalian berdua.
Di tengah kelelahan mengayuh biduk, tetaplah kalian hampiri sajadah yang sejak malam pertamamu telah tergelar dengan syahdunya, seraya merindukan sentuhan keningmu tersungkur dalam doa-doa yang panjang di setiap keheningan malam-malamu.
Jangan biarkan ada penumpang asing di bidukmu. Dan jangan pula mudah mengadukan rahasia rumah tanggamu. Karena sepandai-pandainya orang lain, sesungguhnya lebih pandai engkau berdua dalam soal rumah tanggamu sendiri.
Pada saat berbunga penuh wewangian, maka getarkan seluruh jagad dengan rasa syukurmu. Manakala engkau terantuk onak duri dan sakit yang menggigit atau fitnah dan musibah, maka topan dan badaikan kesabaranmu.
Iman dan ilmu yang dibalut dengan keluhuran ahlak yang berhiaskan cinta, itulah pelita dan kompas bahtera kehidupan rumah tanggamu kelak.
Maka jangan sekalipun engkau ragu untuk merengkuh samudra luas. Karena dengan iman engkau kayuh bidukmu, dan dengan ilmu engkau rengkuh samudra luas.
“Khudzilghaayaat watruki almabadiya” raih tujuan dan tinggalkan tempat bertolak.
Selamat jalan putriku,… semoga Allah SWT melimpahkan karunia-Nya serta nikmat-Nya yang akan menghantarkan kalian berdua ke pantai harapan penuh berkah dan hidayah-Nya.  Amiiin Yaarobbal Alamiin.

Nashhaihul abi li ibnatihi

Ihlaskan Ihlaskan dan Ihlaslah


IKHLAS

Wahai Saudara kami tercinta,

Ikhlas merupakan Syarat diterimanya amal dan ibadah kita oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
IKHLAS dalam keta'atan berarti meninggalkan RIYA' (Ingin dipuji) dan SUM'AH (ujub/mencari popularitas/kagum pada diri sendiri). Untuk itu marilah kita membulatkan niat beramal dan beribadah HANYA untuk mengharap  Allah Ta'ala saja dan mencari keridhaan Rabb Yang Maha Tinggi, dan tidak bercampur baur dengan kesyirikan.

Lihat QS AZ Zumar: 2-3. QS Al-Bayyinah: 5, QS Al-Kahfi:100 dan QS Al-Lail:17-18.

Rasulullah Shalallahhu 'alaihi wa salam telah bersabda:
"Barangsiapa berbuat suatu amal supaya amalnya didengar orang lain (sum'ah, mencari popularitas), maka Alloh mempopulerkan amalnya tersebut pada makhluk-Nya, kemudia Dia menghinakannya".
(HR Ahmad dan at-Thabrani)

Untuk Memiliki Sifat IKHLAS ini membutuhkan perjuangan.
Yang dapat membantu menuju keikhlasan adalah:
1. Berdo'a dan memohon perlindungan kepada Allah 'Azza wa Jalla
2. Ilmu, dengan terus belajar menuntut Ilmu Agama teriutama tentang melatih diri agar selalu  ikhlash melalui membaca buku atau menghadiri majlis taklim.
3. Mujahadah (Kesungguhan) lihat QS Al-Ankabut: 69
4. Berteman dengan para Mukhlishin.
5. Membaca Riwayat hidup Para Salafus Sholih dan Orang-orang sesudah mereka dari Para Sahlihin.

Beberapa sikap yang bisa dilatih untuk membentuk diri agar IKHLASH dalam beramal dan beribadah, antara lain:
1. Takut mendapatkan popularitas
2. Introspeksi / Menuduh diri sendiri dengan serba kekurangan
3. Banyak berdiam, bicara seperlunya
4. Tidak mencari pujian atau gila dengan pujian
5. Tidak bakhil memuji orang yang berhak mendapatkan pujian dan sanjungan dengan berbagai kriterianya
6. Meluruskan niat dalam beramal karena Alloh ta'ala - baik sebagai pimpinan maupun sebagai yang dipimpin
7. Mengharapkan Ridho Alloh Ta'ala bukan Ridho manusia
8. Menjadikan ridho dan kemurkaannya karena Alloh bukan karena nafsunya
9. Bersabar menapaki jalan panjang yang sangat berat ketika pertolongan-Nya belum kunjung  tiba
10.
Bergembira dengan keberhasilan lawannya atau minimal tidak marah karena hal itu
11. Senantiasa berusaha membersihkan batinnya dari rasa 'ujub
12. Tidak menganggap suci dirinya
13. Merahasiakan ketaatannya kecuali untuk kemaslahatan yang sangat jelas

Jumat, 11 Mei 2012

Sepatu hidupmu


Alkisah seorang raja di negeri Antahberantah ingin berkeliling kerajaannya, ia memutuskan untuk berjalan kaki saja agar setiap jengkal kehidupan rakyat di kerajaannya dapat ia ketahui dengan mata kepalanya sendiri. Baru beberapa meter ia berjalan di luar istana, kakinya terluka karena tersandung batu sang raja yang biasa berjalan dalam istana yang berlapis karpet merah nan halus sangat marah dan kecewa. Maka raja segera memanggil Menteri PU dan memerintahkan agar seluruh jalan-jalan di kerajaan ini harus dilapisi dengan beludru dan kulit sapi agar sang raja tidak tersandung batu untuk yang kedua kalinya. Segera saja segenap jajaran menteri pekerjaan umum melakukan persiapan persiapan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negeri ini dengan kulit sapi agar halus dan indah bila dilewati sang raja.
Ditengah kesibukan yang luar biasa untuk mengumpulkan beribu-ribu kulit sapi untuk melapisi jalan di seluruh kerajaan, datanglah seorang pengembala sapi menghadap sang raja, ia berkata ”Wahai paduka, untuk apa paduka menugaskan segenap jajaran menteri PU di negeri ini agar melapisi seluruh jalanan dengan kulit sapi, yang akhirnya kerajaan harus mengorbankan sekian banyak sapi. Padahal yang paduka butuhkan sebenarnya hanya sepotong kulit sapi untuk melapisi kedua telapak kaki paduka agar tidak terantuk batu dan kerikil di jalanan”
Konon sejak saat itulah dunia menemukan kulit untuk melapisi kaki yang kemudian disebut Sepatu...... (gitu kali)


RENUNGAN :
Untuk mengubah dunia menjadi tempat yang nyaman, kita tidak harus merubah semua yang ada di sekitar kita agar sesuai dengan yang kita mau (Orang yang semuanya harus sesuai dengan keinginannya, tidak perlu Tuhan) kadangkala kita harus mengubah cara pkamung kita, hati kita dan diri kita sendiri (bukan orang lain)
Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan kehidupan dunia ini. Dunia, dalam pikiran kita kadng hanya berupa satu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri, kita tentukan sendiri bagai mana awal dan endingnya kita atur sendiri siapa senang siapa dan siapa dibenci siapa dan seterusnya.
Ya,... memang jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal banyak onak duri dan batu dimana-mana. Lalu manakah yang kita pilih, mencurahkan segala daya tenaga dan fikiran untuk melapisi jalan-jalan itu dengan permadani agar kaki kita tidak lecet karenanya, atau melapisi diri dan hati kita dengan sepatu kulit agar kita dapat bertahan melalui jalan terjalnya dunia ini ?

Belajar bersedekah yuuk!!!!




Memberi, berilah, sedekahlah tanpa ba bi bu lagi …..
Cobalah untuk mengawali harimu dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga. Mulailah dari uang receh. Coba kamu kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana sini, hanya untuk satu tujuan untuk diberikan. Apakah kamu sedang berada di bis kota atau nunggu mikrolet yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi dengan nada yang tak karuan arahnya dan memekakkan telinga. Atau kamu sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk ngetuk jendela mobil kamu dengan raut mengiba minta sedekahmu. Tak peduli apa argumentasi anda tentang kemalasan, kebodohan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping recehmu kepada mereka.
Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberianmu, jangan tampakkan muka membeci kepada mereka, berikan recehanmu dengan senyum dan menghormati mereka. Bukankah tidak seorangpun ingin memposisikan dirinya sebagai pengemis, peminta-minta. Ingat kali ini kamu hanya sedang ”berlatih” memberi, bersedekah, mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti bagimu. Rasakan saja kini sesuatu mengalir dari dalam dirimu melalui telapak tanganmu, sesuatu itu bernama kasih sayang. Ingat Rasulullah pernah bersabda ”Berkasih sayanglah kamu kepada yang di muka bumi, maka akan kasih sayang kepadamu pula mereka yang di langit”.................. 

Kamis, 10 Mei 2012

Tuhan ..... inikah cintaku



Tuhan....
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang tak pernah berakhir

Tuhan.....
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu cinta sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan....
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan....
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan...
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena Mu

Dan sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang Kau cintai sangatlah berarti
Sedang dicintai oleh San Pencinta adalah segalanya

Selasa, 08 Mei 2012

wanita sholihahku



Wanita Berjilbab Lebih Dipilih .Ternyata para lelaki yang baik-baik secara fitrah menyukai wanita berjilbab. Coba Anda bayangkan saat Anda mungkin membeli kue di pasar. Pertama, ada kue yang terbungkus dengan daun pisang misalnya, dengan plastik putih transparan misalnya, namun ada juga kue yang tidak dibungkus denganapa pun. Tidak tahu kalau kue itu tadi digerumbungi lalat. Nah, kue mana yang Anda pilih? Tentu saja kue yang dibungkus, sebab kue yang dibungkus itu lebih terjamin kebersihannya dari kontaminasi tangan- tangan yang penuh kuman dan virus. Begitu juga dengan wanita berjilbab. Mereka akan lebih indah dipilih sebagai pendamping hidup, kecuali wanita berjilbab yang masih tidak menjaga dirinya, misalnya masih berikhtilat di antara para lelaki. Wanita Berjilbab Lebih Anggun Wanita berjilbab lebih anggun jika menggunakan rok, baju tidak ketat, baju tidak transparan, menutupi seluruh tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan. Itulah yang dimaksud berjilbab secara kaffah. Wanita berjilbab lebih anggun dengan pakaian takwanya itu. Bukankah wanita berjilbab itu harus berpakaian tidak menyerupai laki-laki. Allah pun tidak menyukai wanita yang menyerupai laki- laki atau laki-laki yang menyerupai wanita. Keuntungan Berjilbab Bagi Wanita Kembali, saya akan memberikan wacana tentang jilbab untuk Anda, Sebagaimana sudah kita ketahui bersama bahwa Allah mewajibkan wanita menutup auratnya, artinya berjilbab bukan sekedar “gaya” tetapi salah satu bentuk ibadah dan aplikasi keimanan kepada Allah Swt. Tetapi Iblis dan turunannya sudah bersumpah akan menggoda anak cucu Adam untuk menemani mereka di neraka. Mau di alam nyata maupun dialam maya syetan dan iblis itu bertebaran, menggoda dengan sebuah maksud agar Anda jangan berjilbab, opini-opini dan wacana yang mengaburkan nilai-nilai spiritual seperti yang sering Anda lihat di Kompasiana salah satunya. Dan ternyata….Syetan sedikit berhasil…Wanita banyak mengatakan bahwa yang perlu dijilbab itu adalah hati, percuma saja jika kepala dan dada di jilbab tapi perliaku negative, begitulah kira-kira kampanye syetan dimuka bumi, padahal Allah sudah memerintahkan untuk menutup aurat dan yang boleh tampak hanyalah wajah dan telapak tangan, selebihnya harus ditutup kecuali kepada orang-orang yang dibolehkan. Berikut ini ada ada beberapa keuntungan bagi para wanita yang berjilbab : 1. Jika Anda tergesa gesa harus keluar rumah dalam keperluan mendadak, darurat dan Anda tidak sempat sama sekali buat mendandani wajah maka menggunakan kerudung Instan terbuat dari kaos itu solusi terbaik, ini berlaku juga saat ada tamu dan kita perlu cepat- cepat untuk membukakan pintu. 2. Jika Anda ingin memberikan ASI pada bayi Anda ditempat umum (bagi yang menikah), Insya ALLAH dengan kerudung Anda dengan bebas bisa memberikannya ditempat umum karena aurat Anda tetap tertutup. 3. Jika Anda memiliki kelemahan dari rambut , Jilbab sebagai pentup aib tersebut, Anda tetap percaya diri dan beraktivitas penuh semangat. 4. Terhindar dari godaan untuk bersikap centil dan tidak sopan, biasanya jilbab bisa jadi alat control kepribadian wanita yang menggunakannya. 5. Sangat dihormati dan dihargai lawan jenis disekitar Anda, laki-laki merasa segan dan malu untuk mengganggu Anda. Wanita Berjilbab Itu Lebih Taqwa Sejak wanita itu memakai jilbab, maka secara otomatis wanita itu taat pada Allah, yaitu taat pada perintah Allah yang memerintahkan muslimah memakai jilbab. Walaupun wanita itu jahat, namun dibalut dengan jilbab, maka wanita itu tetap taat pada Allah, taat khususnya dalam perintah berjilbab. Padahal zaman Rasulullah dulu, wanita- wanita beriman yang taat pada Allah atas wahyu yang turun kepada Rasulnya untuk memakai jilbab, wanita- wanita taat itu langsung menggunting kordengnya, taplak mejanya, hanya untuk dijadikan jilbab. Zaman sekarang? Jilbab sudah canggih, men?! Wanita berjilbab itu lebih takwa, sebab jilbablah yang membuat mereka taqwa. Contohnya: Ketika kita enggan shalat, maka kita akan malu. Malu dengan jilbab. “Aku malu jika tidak shalat, kan aku sudah berjilbab.” Begitulah. Lalu misalnya, ketika kita makan sambil jalan, maka hati kita akan berkata lagi, “Aku malu makan sambil jalan, kan aku sudah pakai jilbab?!” Nah, begitula jilbab menjadikan diri kita lebih taqwa. Jadi tunggu apa lagi. Taatlah sekarang juga dengan perintah Allah yang satu ini, ‘memakai jilbab’. Jangan tunggu nanti-nanti, siapa tahu dua menit lagi Anda akan mati mendadak. Jadi tidak sempat menjalankan perintah Allah yang satu ini. Wanita berjilbab itu bukan harus baik dulu, namun jilbablah yang akan menjadikan dirinya lebih baik dan lebih taqwa. Wallau a’lam. Mendengar kata cantik, yang terbayang adalah seorang wanita yang anggota wajahnya -mata, hidung dan bibir- proporsional, sedap dipandang mata. Cantik juga dikaitkan dengan kulit yang terawatt baik, rambut hitam bercahaya, bentuk tubuh langsing dan gaya berbusana yang up to date. Bicara soal busana, seringkali yang dituduh sebagai penyebab ketidakcantikan seorang adalah jilbab. Dengan pakaian yang syar’i, memang bentuk tubuhnya yang langsing tak tampak lagi. Kecantikan fisik merupakan salah satu nikmat dari Allah yang dikaruniakan kepada sebagian saudari kita. Misalnya saja, suatu ketika kita diberikan nikmat oleh Allah berupa harta yang sangat berharga. Tentunya kita hati-hati menjaga harta itu, melindunginya dari jamahan orang lain, tidak menghamburkan pada setiap orang, dan hanya mempergunakan di saat yang memang benar-benar tepat. Lalu, bagaimana jika kenikmatan itu berupa kenikmatan fisik, khususnya kecantikan seorang wanita? Mengobral kecantikan fisik pada setiap orang, seolah membiarkan barang yang amat berharga dijadikan keroyokan banyak orang. Dengan begitu, status berharga pun jadi barang rendah dan murah, karena setiap orang akan mudah menikmatinya, beginikah yang diinginkan para wanita? Hijab, Cantik Dimata Allah Semua itu tidak akan terjadi jika muslimah menuruti syariat Allah, mengenakan hijab. Berdasarkan perintah Allah, yang artinya: Di zaman Rasulullah para sahabiyah begitu mendengar ayat ini turun, langsung merobek selendang tebal mereka untuk dibuat menjadi kerudung. Ummu Salamah bercerita ketika ayat ini turun, maka wanita Anshar keluar dari rumah mereka dengan memakai kerudung, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung gagak. Kecantikan fisik memang merupakan nikmat dari Allah. Nikmat akan bertambah jika pandai-pandai bersyukur kepada-Nya. Sebaliknya, nikmat bias berubah menjadi siksaan jika yang diberi nikmat tidak bias mensyukurinya. Ucapan “Alhamdulillah, wajah saya cantik,” saja, tidaklah cukup. Syukur yang benar adalah menggunakan nikmat itu untuk taat kepada Allah. Mensyukuri kecantikan fisik adalah dengan memperlakukan kenikmatan tersebut agar senantiasa sesuai dengan perintah Allah. Berjilbab Menjadikan Anda Cantik Berhijab itu cantik di mata Allah, walaupun di mata manusia pengumbar pandangan dianggap tidak kelihatan cantik. “Dengan berjilbab, saya jadi tetap cantik, kan?” begitulah kiranya komentar yang tepat. Tapi komentar ini pun bisa jadi salah besar. Lho? “Dengan berjilbab, kulit saya kan jadi tertutupi, tidak kepanasan, sehingga tidak menjadi coklat dan kusam. Nah saya kan jadi tambah cantik.” Wah, jika dimaknai seperti itu, amalan berjilbab pun jadi sia-sia. Memang, ada muslimah yang berhijab dengan niat yang tidak benar. Salah satunya seperti diatas tadi, berhijab untuk menjaga kecantikan kulit. Ada yang berhijab dengan niat menutupi cacat di tubuhnya. Ada pula yang berhijab agar terkesan sebagai wanita shalihah di mata masyarakat. Niat beramal shalih seharusnya dikembalikan ke jalan yang benar. Ingatlah, sabda Nabi, yang artinya: “ Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan sampai kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijarahnya karena dunia yang ingin diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, ia pun akan mendapatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Mungkin saja muslimah yang berniat tidak benar ini akan mendapatkan apa yang ia cari. Mungkin kulitnya memang akan tetap kuning, aib itu tertutupi dan nama baik bakal diperoleh. Tapi tentu saja tidak akan mendapatkan sesuatu yang lebih agung. Yaitu Ridha Allah.

Orang Orang "Gila"


Bertemu orang orang “gila” dalam hari hari ini mengajarkanku akan kesejatian hidup dalam melanjutkan diary of happiness-ku.
Dihadapan ke-Khidiran beliau beliau itu aku coba me-Musakan diri, dg rela ditampar dengan kata kata pedas menyakitkan dan siap ditinggalkan. “Kamu kira dg banyaknya orang yg menyanjung-nyanjung namamu dan membaikimu itu kamu sudah benar-benar baik ? ......” Kamu kira dg gaya pakaianmu dan polesan menggelitik retorikamu itu kamu sudah me-anfa’uhum linnaas ?, Sehingga kamu merasa penting dan amat dibutuhkan oleh mereka bahkan mengalahkan Tuhan….. kamu kira dirimu sudah amat salih di mata Tuhanmu hingga tak perlu memperpanjang mujahadah taubatmu dan tak perlu bersentuhan dengan etik kemanusiaanmu. Karena otakmu telah kau isi dg sebagian besar ketundukan mereka kepadamu sehingga menggerus sense tawakkalmu kepada Tuhanmu. Bisa jadi sebenarnya kamu tidak serius terhadap nilai-nilai Ilahiyah, kamu main main dg apa yg selama ini kamu yakini sebagai ubudiyah. Benarkah kamu sudah sampai pada fase ”mukhlishiina lahuddiin” tak tahukah kamu bahwa nafsumu itu disetting  ”ammarah bissyuu’” menyenangi kebejatan. Lalu jika nafsumu itu senang dg apa yang kamu sebut sebagai ibadah itu, kemudian serta merta kamu mengamininya dg membusungkan dadamu bahwa kamu memang berpredikat ’Aabid. Tidakkah terbesit kekhawatiran dlm hatimu bahwa ternyata apa yg kamu sebut sebut sebagai ibadah itu ternyata tidak bernilai apa-apa disisih Tuhanmu. Kamu bermain main dg ritus ritus kesalihan tuk sekedar mendapatkan pundi pundi duniamu, hatimu telah terbelenggu oleh kemudahanmu memperoleh anasir anasir dunia dg kau atasnamakan ketekunan ibadahmu dan yg lebih mengkawatirkan jika itu terus mengurat nadi dalam tubuh penghambaanmu, maka kamu akan semakin tidak mendekati Tuhanmu tapi malah menjauh dari-Nya. Tidak pernahnya kau merasakan betapa sulit dan beratnya medan pencarian nafkah bagi diri dan keluargamu, membuatmu merasa semua sama mudahnya denganmu dalam mengais rizki Tuhanmu. Sebegitu mudah kau dapatkan ma’isyah hidupmu, namun tak juga sebanding dengan mudahnya tanganmu untuk melepaskannya. Sehingga belum juga kamu sampai pada bisa memandangi dunia dengan hina, dan mencoba style hukama’ dg meletakkan pondasi ”addunyaa kaljiifah” sembari berdoa yaa Tuhan jadikanlah duni seisinya ada dibawah tanganku, tapi jangan Engkau jadikan dunia dan isinya ada dlm hatiku. Dunia masih kamu pandang sebagai yang amat indah dan penuh arti, sehingga berat bagimu untuk berbagi. Nabimu yg juga nabiku menuturkan ”brng siapa yg bertambah ilmunya tapi tidak bertambah hidayah taqarrub kepada Tuhannya, maka dia tidak bertambah dekat kepada Tuhannya melainkan malah menjauh”
Kamu nilai segalanya dengan perolehan pundi pundi duniamu, segalamu kau barometeri dengan uangmu, hingga kau persempit arti rizki menjadi hanya selembar uang.....
Kamu lupa akan dimana letak tawakkal, qana’ah dan ihtiar yang sesungguhnya.
Kamu lupa memaknai hidup dengan kejujuran pada hati beningmu
Kamu lupa meletakkan nilai ilmu pada hakikat amaliah
Kamu lupa mendermakan harta pada yang ahwaj wa anfa’
Kamu lupa bahwa kebahagiaan itu hanya pada jiwa bening qalbin salim, yg tidak dikotori oleh kepentingan-kepentingan apa dan siapapun kecuali Tuhan.
Kamu lupa .....
Kamu lupa .....
Dan kamu lupa ........ ”
Di terdiam tundukku kufahami tanpa prasangka, hanya doa semoga diary of happinessku tertata nyaris tanpa cela hingga happy end dalam khusnil khotimah. Amiiin
Dan dari mereka orang-orang ”gila” itu mengajarkan kepadaku tentang satu gaya hidup yang sering disebut “being mode” dan modus ini dapat kufahami dengan memperhatikan kebalikannya yaitu “having mode” Ada sekelompok manusia yang meletakkan kebahagiaan itu pada apa yang dimilikinya. Sesuatu dikatakan menyenangkan apabila sesuatu itu miliknya, bukan karena sesuatu itu bermanfaat baginya. Kesenangannya bukan karena manfaatnya tapi karena semua itu miliknya. Selanjutnya akan memunculkan sikap bagaimana saya tergantung pada apa yang saya miliki. Jati diri saya, kehormatan saya, kebahagiaan saya, bahkan seluruh hidup saya, ditentukan oleh apa yang saya punyai. Ketika saya kehilangan milik saya, saya kehilangan sebagian hidup saya. Ketika tergores mobil saya, hati saya ikut terluka. Ketika jabatan saya berakhir, gairah hidup saya lenyap. Ketika pengikut saya lari, keberadaan saya seakan sirna. Begitukah ????

Sebelum beralalu beliau menepuk pundakku dan berkata ”doakan aku, doakan aku”

Sabtu, 05 Mei 2012

Khasiat surat-surat Al-Qur'an





Khasiat surat-surat Al-Qur'an





BISMILLAH (Dengan Nama Allah)
Barang siapa membaca sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, nescaya terpelihara dari godaan dan gangguan syaitan, dari bencana manusia dan jin, daripada kecurian dan kebakaran, dan daripada kematian terkejut. Dan barang siapa membaca sebanyak 50 kali diahadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim.

SURAH AL-FATIHAH (Pembukaan)
Barangsiapa membacanya sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunatnya, nescaya permintaannya di perkenankan, jika sakit lekas sembuh dan nescaya dikasihi oleh makhluk dan ditakuti oleh musuh. Barang siapa membaca 20 kali sesudah tiap-tiap sembahyang fardhu, nescaya rezkinya dilapangkan oleh Tuhan dan bertambah baik keadaannya, serta bercahaya rohaninya.

AYAT AL-KURSI (Kekuasaan Allah)
Barangsiapa membacanya sekali selepas setiap sembahyang fardhu, nescaya terpelihara dari tipudaya dan ganguan syaitan. Dengan membacanya, seorang yang miskin akan menjadi kaya, dan jika dibaca ketika hendak tidur nescaya akan terselamat dari kecurian, kebakaran dan kekaraman. Barangsiapa sentiasa membaca ayat Al-Kursi, nescaya Allah akan kurniakan kepada ahli rumahnya kebaikkan yang tidak terhitung banyaknya. Barangsiapa berwudhuk lalu membaca sekali, nescaya Allah Akan meninggikan darjatnya setinggi 40 darjat dan Allah akan mendatangkan para malaikat menurut bilangan hurufnya, seraya berdoa untuk sipembaca sehinggalah ke hari Qiamat. Dan tersebut dalam hadith yang lain : Barangsiapa membacanya ketika hendak tidur, nescaya Allah akan membuka pintu rahmat baginya hingga kesubuh, dan mengurniakan nur menurut bilangan rambut dibadannya. Jika sipembacanya meninggal dunia pada malam itu, ia dikira mati syahid. Hadith yang lain mengatakan: Barangsiapa membacanya selepas setiap sembahyang fardhu, nescaya akan terpelihara dari kekerasan malakul-maut, dan Allah sendiri yang mencabut rohnya, dan dia akan dibangkitkan bersama para Mujahid yang berjihad beserta para Anbiya hingga ia gugur mati Syahid. Imam Jaafar Shadiq r.a. mengatakan: Barangsiapa membaca sekali, nescaya Allah akan menghindar darinya 1,000 kesukaran duniawi, yang terkecil sekali ialah miskinan dan kepapaan, dan 1,000 kesukaran ukhrawi, yang terkecil sekali ialah azab neraka.

SURAH AL-BAQARAH (Sapi Betina)
Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surah ini (Amanarrasulu) sebelum tidur, ia akan terselamat dari segala bala bencana dan mara bahaya.

SURAH ALI-IMRAN (Keluarga Imran)
Barangsiapa membaca tiga ayat yang pertama dari surah ini, Nescaya ia akan mencapai kesihatan dari segala penyakit dan terselamat dari gangguan jin.

SURAH AN-NISSA' (Perempuan)
Barangsiapa yang membaca ayat yang ke 75 dari surah ini, nescaya ia akan terselamat dari kejahatan para penjahat.

SURAH AL-MAIDAH (Hidangan)
Barang siapa membaca ayat yang ke 7 dari surah ini, sebanyak yang mungkin selama 3 hari berturut -turut, insya Allah akan terselamat dari was-was semasa wudhu dan sembahyang. Barang siapa membaca ayat 89 hingga ayat 101dari surah ini, keatas air lalu diberi minum kepada orang yang bercakap dusta, nescaya ia tidak akan bercakap dusta lagi.

89. kamu tidak dikira salah oleh Allah tentang sumpah-sumpah kamu Yang tidak disengajakan (untuk bersumpah), akan tetapi kamu dikira salah olehNya Dengan sebab sumpah Yang sengaja kamu buat Dengan bersungguh-sungguh. maka bayaran dendanya ialah memberi makan sepuluh orang miskin dari jenis makanan Yang sederhana Yang kamu (biasa) berikan kepada keluarga kamu, atau memberi pakaian untuk mereka, atau memerdekakan seorang hamba. kemudian sesiapa Yang tidak dapat (menunaikan denda Yang tersebut), maka hendaklah ia berpuasa tiga hari. Yang demikian itu ialah denda penebus sumpah kamu apabila kamu bersumpah. dan jagalah - peliharalah sumpah kamu. Demikianlah Allah menerangkan kepada kamu ayat-ayatNya (hukum-hukum ugamanya) supaya kamu bersyukur.

90. Wahai orang-orang Yang beriman! Bahawa Sesungguhnya arak, dan judi, dan pemujaan berhala, dan mengundi nasib Dengan batang-batang anak panah, adalah (Semuanya) kotor (keji) dari perbuatan syaitan. oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya.

91. Sesungguhnya Syaitan itu hanyalah bermaksud mahu menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu Dengan sebab arak dan judi, dan mahu memalingkan kamu daripada mengingati Allah dan daripada mengerjakan sembahyang. oleh itu, mahukah kamu berhenti (daripada melakukan perkara-perkara Yang keji dan kotor itu atau kamu masih berdegil)?

92. dan Taatlah kamu kepada Allah serta Taatlah kepada Rasul Allah, dan awaslah (janganlah sampai menyalahi perintah Allah dan RasulNya). oleh itu, jika kamu berpaling (enggan menurut apa Yang diperintahkan itu), maka ketahuilah, Bahawa Sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (perintah-perintah) Dengan jelas nyata.

93. tidak ada dosa bagi orang-orang Yang beriman serta mengerjakan amal Yang soleh pada apa Yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertaqwa dan beriman serta mengerjakan amal Yang soleh, kemudian mereka tetap bertaqwa dan beriman, kemudian mereka tetap bertaqwa dan berbuat kebajikan; kerana Allah mengasihi orang-orang Yang berusaha memperbaiki amalannya.

94. Wahai orang-orang Yang beriman! Demi Sesungguhnya Allah akan menguji kamu (semasa kamu berihram) Dengan sesuatu dari binatang buruan Yang mudah ditangkap oleh tangan kamu dan (mudah terkena) tikaman lembing-lembing kamu, supaya Allah ketahui wujudnya sesiapa Yang takut kepadanya semasa ia tidak melihatnya semasa ia tidak dilihat orang. oleh itu, sesiapa Yang melampaui batas sesudah Yang demikian maka baginya azab Yang tidak terperi sakitnya.

95. Wahai orang-orang Yang beriman! janganlah kamu membunuh binatang-binatang buruan ketika kamu sedang berihram. dan sesiapa di antara kamu Yang membunuhnya Dengan sengaja, maka dendanya (menggantinya) Dengan binatang ternak Yang sama Dengan binatang buruan Yang dibunuh itu, Yang ditetapkan hukumNya oleh dua orang Yang adil di antara kamu, sebagai hadiah Yang disampaikan ke Kaabah (untuk disembelih dan dibahagikan kepada fakir miskin di tanah Suci), atau bayaran kaffarah, Iaitu memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa sebanyak bilangan cupak Yang diberikan kepada orang miskin; supaya dapat ia merasai kesan Yang buruk dari perbuatannya. Allah maafkan apa Yang telah lalu; dan sesiapa Yang mengulangi (kesalahan itu) maka Allah akan menyeksanya; dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa, lagi berkuasa membalas Dengan azab seksa.

96. Dihalalkan bagi kamu binatang buruan laut, dan makanan Yang didapati dari laut, sebagai bekalan bagi kamu (untuk dinikmati kelazatannya) dan juga bagi orang-orang Yang Dalam pelayaran; tetapi diharamkan atas kamu memburu binatang buruan darat selama kamu sedang berihram. oleh itu, bertaqwalah kepada Allah, Yang kepadanya kamu akan dihimpunkan.

97. Allah menjadikan Kaabah, Rumah Yang mulia itu, sebagai tempat tumpuan manusia (untuk menjalankan Ibadat dan hal-hal hidup), demikian juga bulan-bulan Yang mulia, dan binatang-binatang korban, dan kalong-kalong binatang korban itu. Yang demikian itu, supaya kamu ketahui Bahawa Sesungguhnya Allah mengetahui apa Yang ada di langit dan apa Yang ada di bumi, dan Bahawa Sesungguhnya Allah Maha mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

98. ketahuilah oleh kamu, bahawasanya Allah Maha berat azab seksaNya (kepada orang Yang kufur dan derhaka), dan bahawasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani (bagi orang Yang mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya).

99. tidak ada kewajipan Yang ditugaskan kepada Rasulullah selain daripada menyampaikan (perintah-perintah Allah) sahaja; dan Allah sentiasa mengetahui apa Yang kamu lahirkan dan apa Yang kamu sembunyikan.

100. Katakanlah (Wahai Muhammad): "Tidak sama Yang buruk Dengan Yang baik, Walaupun banyaknya Yang buruk itu menarik hatimu. oleh itu bertaqwalah kepada Allah Wahai orang-orang Yang berakal fikiran, supaya kamu berjaya.

101. Wahai orang-orang Yang beriman! janganlah kamu bertanyakan (kepada nabi) perkara-perkara Yang jika diterangkan kepada kamu akan menyusahkan kamu, dan jika kamu bertanya mengenainya ketika diturunkan Al-Quran, tentulah akan diterangkan kepada kamu. Allah maafkan (kamu) dari (kesalahan bertanyakan) perkara-perkara itu (yang tidak dinyatakan di Dalam Al-Quran); kerana Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyabar.

SURAH AL-AN'AM (Binatang Ternak)
Barang siapa membacanya sebanyak 7 kali, nescaya akan terhindar dari segala bala bencana. Jika ayat 63 dan 64 dari surah ini,dibaca oleh penumpang kapal, ia akan terselamat dari karam dan tenggelam.

SURAH AL-A'RAAF (Benteng Tinggi)
Barang kali membaca ayat 23 dari surah ini, selepas tiap-tiap sembahyang fardhu, lalu beristighfar kepada Allah, nescaya akan terampun segala dosanya. Barang siapa membaca ayat 47 dari surah ini, ia akan terpelihara dari kekacauan para penzalim serta ia akan mendapat rahmat Allah.

SURAH AL- ANFAL (Rampasan)
Barang siapa membaca ayat 62 dan 63 dari surah ini, nescaya dia akan di cintai dan dihormati oleh sekalian manusia.

SURAH AL-BARAAH (AT-TAUBAH) (Pemutus perhubungan)
Barangsiapa membacanya, nescaya akan terselamat dari kemunafiqan dan akan mencapai hakikat iman. Barang siapa membaca ayat 111 dari surah ini, dikedai atau ditempat-tempat perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu.

SURAH YUNUS (Yunus)
Barangsiapa membaca ayat 31dari surah ini, ke atas Perempuan yang hamil, nescaya ia melahirkan anak dalam kandungannya itu dengan selamat. Barangsiapa membaca ayat 64 dari surah ini, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk dan mengigau.

SURAH AL-HUD (Hud)
Barang siapa membaca, nescaya ia akan mendapat kekuatan dan Kehebatan serta ketenangan dan ketenteraman jiwa. Barang siapa membaca ayat 56 dari surah ini, pada setiap masa, nescaya ia akan terselamat dari gangguan manusia yang jahat dan binatang yang liar. Barang siapa membaca ayat112 dari surah ini, sebanyak 11 Kali selepas tiap-tiap sembahyang, nescaya akan mencapai ketetapan hati.

SURAH YUSUF (Yusuf)
Barang siapa membacanya, akan di murahkan rezekinya dan diberikan kemuliaan kepadanya. Barang siapa membaca ayat 64 dari surah ini, ia akan terhindar dari kepahitan dan kesukaran hidup.Barang siapa membaca ayat 68 dari surah ini, nescaya Allah akan mengurniakan kesalehan kepada anak-anaknya.

SURAH AR-RA'D (Petir)
Barang siapa membaca ayat 13 dari surah ini, ia akan terselamat dari petir. Dan barangsiapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya Penyakit jantungnya akan sembuh.

SURAH IBRAHIM (Ibrahim)
Barang siapa membaca ayat-ayat 32 hingga 34 dari surah ini, nescaya anak-anaknya akan terhindar dari perbuatan-perbuatan syirik dan bida'ah.
SURAH AL-IIIJ'R (Batu Gunung)
Barang siapa membaca 3 ayat yang terakhir dari surah ini, ke atas perempuan yang selalu anak kandungannya gugur, nescaya anak kandungannya itu akan terselamat, dari gugurnya.

SURAH BANI ISRAIL (anak-anak Israil)
Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang bercakap gagap insya Allah akan hilang gagapnya itu. Barang siapa membaca ayat 80 dari surah ini, ketika ia pulang dari perjalanan, nescaya dia akan dimuliakan dan dihormati oleh orang-orang yang setempat dengannya.

SURAH AL-KAHF (Gua)
Barang siapa membacanya, akan terhindar dari kemiskinan dan kepapaan. Barang siapa membacanya pada malam Jumaat, nescaya dia akan mendapat rezeki yang murah.

SURAH MARYAM (Maryam)
Barang siapa membacanya, nescaya akan mendapat kejayaan di dunia dan di akhirat.

SURAH THAAHAA (Hai Manusia)
Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan mengurniakan kepadanya ilmu pengetahuan dan akan tercapai segala maksudnya. Barang siapa membaca ayat-ayat 25 hingga 28 sebanyak 21 kali, tiap-tiap hari selepas sembahyang subuh nescaya otaknya akan cerdas dan akalnya akan sempurna.

SURAH AL ANBIYA (Nabi-Nabi)
Barang siapa membaca ayat 83 dari surah ini, nescaya dia akan mendapat sebesar-besar pangkat di sisi Allah s.w.t .

SURAH AL-HAJ (Haji)
Barang siapa membacanya, Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.

SURAH AL-MU'MINUN (Orang-orang Mukmin)
Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang selalu minum minuman keras,nescaya dia tidak akan meminumnya lagi. Barang siapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya perahunya akan terselamat daripada karam dan rumahnya akan terselamat dari kecurian dan serangan musuh.

SURAH AN-NUUR (Cahaya)
Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk. Barang siapa membaca ayat 35 dari surah ini, pada hari Jumaat sebelum sembahyang Asar, nescaya dia akan disegani oleh orang ramai.

SURAH AL-FURQAN (Pembaca)
Barang siapa membacanya sebanyak 3 kali ke atas air yang bersih, lalu air itu dipercikkan di dalam rumah, nescaya rumah itu akan terselamat dari gangguan binatang-binatang yang liar dan ular-ular yang bisa.

SURAH ASY-SYU A'RA (Ahli-ahli Syair)
Barang siapa membaca ayat 130 dari surah ini, sebanyak 7 kali dengan senafas ke atas orang-orang yang digigit oleh binatang-binatang yang berbisa nescaya akan hilang bisa-bisa itu.

SURAH AN-NAML (Semut)
Barang siapa membacanya nescaya nikmat-nikmat Allah akan kekal kepadanya.

SURAH AL-QA-SHASH (Cerita)
Barang siapa membacanya ke atas pekerja-pekerjanya, nescaya Mereka tidak akan mencuri dan mengkhianat. Barang siapa membaca ayat-ayat 51 hingga 55 dari surah ini, Nescaya otaknya akan cergas, akalnya akan sempurna dan budi pekertinya akan halus.

SURAH AL-ANKABUT (Labah-labah)
Barang siapa membacanya, nescaya demamnya akan sembuh. Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari gelisah dan keluh kesah.

SURAH AR-RUM (Rum)
Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan membinasakan orang yang hendak menzaliminya.

SURAH LUQMAN (Luqman)
Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari segala-gala penyakit terutama dari penyakit-penyakit perut. Barang siapa membaca ayat 31 dari surah ini, nescaya akan terselamat dari bencana banjir.
SURAH AS-SAJ DAH (Sujud)
Barang siapa membaca ayat-ayat 7 hingga 9 dari surah ini, ke atas kanak-kanak yang baru lahir, nescaya ia akan terhindar dari segala- gala penyakit ruhani dan jasmani.

SURAH AL-AHZAB (Golongan-golongan)
Barang siapa membaca ayat-ayat 45 hingga 48 dari surah ini, nescaya ia akan mendapat kemuliaan dan kehormatan sejati. Dan barang siapa membaca ayat-ayat 60 hingga 66 dari surah ini, nescaya Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.

SURAH SABA
Dengan membacanya, terselamatlah ia dari segala-gala bala bencana, terutamanya dari rosaknya tanam-tanaman.

SURAH FAATHIR (Pencipta)
Barang siapa membaca ayat-ayat 29 dan 30, nescaya Allah akan memberkati perniagaannya.

SURAH YAASIIN (Hai Manusia)
Nabi kita Muhammad s.a.w bersabda : "Tiap-tiap sesuatu Mempunyai hati dan hati Al-Quran ialah surah Yaasiin." Yaasiin kerana Allah, nescaya akan terampun segala-gala dosanya kecuali dosa syirik.." Dalam satu hadith yang lain Baginda s.a.w bersabda: "Hendaklah kamu membaca surah Yaasiin ke atas pesakit-pesakitmu yang menghadapi sakaratul-maut, nescaya Allah s.w.t akan meringankan kekerasan sakaratul-maut itu."Dalam satu hadith yang lain pula Baginda s.a.w bersabda: "Aku ingin benar, agar surah Yaasiin ini dihafaz oleh tiap-tiap umatku." Barang siapa membacanya sebanyak 41 kali, pasti akan tercapai segala hajat dan cita-citanya. Barang siapa membacanya sebanyak 21 kali pada malam Jumaat, Lalu berdoa istghfar untuk kedua ibu bapanya, nescaya dosa kedua ibu bapanya akan diampunkan oleh Tuhan. Barang siapa membaca sekali ketika membuka kedai atau perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu. Barang siapa membacanya sekali pada awal malam, andaikata ia mati pada malam itu, mesti ia mati syahid. Barang siapa membacanya sekali selepas tiap-tiap sembahyang Jumaat, nescaya ia akan diselamatkan dari siksa kubur. Jika dibacanya oleh seorang askar, ketika ia hendak turun kemedan peperangan, Allah akan mengurniakan kepadanya keberanian dan kegagahan, serta naiklah ketakutan pada musuh-musuhnya. Hikmat-hikmat dan khasiat-khasiat surah Yaasiin ini banyak benar didapati di dalam kitab-kitab hadith tetapi cukuplah setakat ini untuk diamal oleh anda sekalian.

SURAH ASH-SHAAFFAAT (Yang Berbaris)
Barang siapa membacanya, insya Allah in akan terpelihara daripada gangguan jin.

SURAH SHAAD (Shaad)
Dengan membaca ayat 42 dari surah ini, nescaya akan mendapat kebahagian sejati. Insyallah rakan- rakan semua akan mendapat ?Sayangilah Diri Anda Sebelum Menyayangi Insan Lain.