“Wanita Nggak Boleh
Tampil”............ tak boleh tampil di depan umum,…. tak boleh jadi pemimpin
diantara kaum laki-laki .... tak boleh
naik panggung, tak boleh baca puisi, tak boleh pidato, tak boleh jadi
presenter, guru, kepala sekolah, diplomat, mentri, presiden tak boleh,..tak
boleh tilawatil Qur’an,............ Bagaimana ini ?! Bagaimana kalo jalan-jalan
ke luar rumah ? itu kan
namanya juga tampil di depan umum ! Jalan raya kan bisa juga berfungsi sebagai panggung
?.... Ya,... benar memang wanita tidak boleh tampil. Semua yg waras pasti
sependapat dengan idiom wanita tidak boleh tampil, yang namanya wanita tampil
adalah manusia yang menampilkan kewanitaannya. Jadi wanita dilarang tampil
ialah dalam konteks bahwa seorang manusia yg kebetulan berjenis wanita itu
tidak boleh menonjolkan unsur-unsur kewanitaannya, entah melalui eksploitasi
aurat, sensualitas, lenggak lenggok merangsang atau bentuk ekspresi kewanitaan
apapun. Allah melarang wanita tampil sesungguhnya dengan maksud agar kaum
wanita tertantang untuk mensosialisasikan prestasi kemanusiaannya. Lha kalo yg
diekspos dan yg dieksplor hanya unsur sensualitas dan seksualitasnya entah lewat pacaran liberal, lewat
buka-bukaan di film dan tabloid, panggung-panggung pengumbar syahwat atw miss-missan
yg didedikasikan untuk sekedar oke-okean body dan cuci mata bagi kaum hawa.....
itu jelas dilarang oleh segala pertimbangan
kebudayaan dan beradaban yang sehat. Yah.... soalnya para “qawwaamuuna”
ini pasti senang melihat unsur kewanitaan itu ditonjol-tonjolkan. Tapi harus
diingat, lelaki yg punya pikiran akan kesehatan rohani dan mekanisme kultur
tentu akan meletakkan kesenangan itu pada nomer kesekian. Sebab lelaki yg sehat
akal budinya selalu hidup tidak terutama hanya berdasar atas kesenangan, tetapi
juga kebaikan dan kesehatan................

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.