Jumat, 20 April 2012

Kartinikah Wanita atau .......





 “Wanita Nggak Boleh Tampil”............ tak boleh tampil di depan umum,…. tak boleh jadi pemimpin diantara kaum laki-laki  .... tak boleh naik panggung, tak boleh baca puisi, tak boleh pidato, tak boleh jadi presenter, guru, kepala sekolah, diplomat, mentri, presiden tak boleh,..tak boleh tilawatil Qur’an,............ Bagaimana ini ?! Bagaimana kalo jalan-jalan ke luar rumah ? itu kan namanya juga tampil di depan umum ! Jalan raya kan bisa juga berfungsi sebagai panggung ?.... Ya,... benar memang wanita tidak boleh tampil. Semua yg waras pasti sependapat dengan idiom wanita tidak boleh tampil, yang namanya wanita tampil adalah manusia yang menampilkan kewanitaannya. Jadi wanita dilarang tampil ialah dalam konteks bahwa seorang manusia yg kebetulan berjenis wanita itu tidak boleh menonjolkan unsur-unsur kewanitaannya, entah melalui eksploitasi aurat, sensualitas, lenggak lenggok merangsang atau bentuk ekspresi kewanitaan apapun. Allah melarang wanita tampil sesungguhnya dengan maksud agar kaum wanita tertantang untuk mensosialisasikan prestasi kemanusiaannya. Lha kalo yg diekspos dan yg dieksplor hanya unsur sensualitas dan seksualitasnya entah lewat pacaran liberal, lewat buka-bukaan di film dan tabloid, panggung-panggung pengumbar syahwat atw miss-missan yg didedikasikan untuk sekedar oke-okean body dan cuci mata bagi kaum hawa..... itu jelas dilarang oleh segala pertimbangan  kebudayaan dan beradaban yang sehat. Yah.... soalnya para “qawwaamuuna” ini pasti senang melihat unsur kewanitaan itu ditonjol-tonjolkan. Tapi harus diingat, lelaki yg punya pikiran akan kesehatan rohani dan mekanisme kultur tentu akan meletakkan kesenangan itu pada nomer kesekian. Sebab lelaki yg sehat akal budinya selalu hidup tidak terutama hanya berdasar atas kesenangan, tetapi juga kebaikan dan kesehatan................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.