Minggu, 22 April 2012

IBUMU, IBUMU, IBUMU.......


Duhai... apakah gerangan budi balasan
Bagi insan melahirkan, membesarkan
Bercucuran airmata bila mengenangkan
Betapakah besar budi ibunda berikan
Siang malam menderita
Hingga entah bila
Sungguh besar pengorbanan
Ibunda berikan

Tiada bahagia jika tiada
Doa puja restu
Syurga itu ditelapak kaki ibu
....... diantara syair lagu melayu yg kuhafal
Dan
Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang dari mengais rizki ingin memelukmu. Sebagai balasannya kau kunci pintu kamarmu
Saat kau berumur 16 tahun dia persilahkan kau mengendarai sepeda motornya. Sebagai balasannya kau pakai setiap ada kesempatan, tanpa peduli kepentingannya
Saat kau berumur 17 tahun dia menunggumu dengan doa atas keselamatanmu agar pulang tidak terlalu larut malam. Sebagai balasannya kau malah nginap dirumah temanmu
Saat kau berumur 18 tahun dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya kau berpesta hingga pagi
Saat kau berumur 19 tahun, dia bayar kuliahmu dengan mengantar kekampus pada hari pertama juga ingin mengetahui tempat kuliahmu. Sebagai balasannya kau ajak turun jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu
Saat kau berumur 20 tahun dia bertanya “darimana saja seharian ini ?” Sebagai jawabannya kau jawab “ah,.. ibu cerewet amat sih, ingin tau urusan orang !!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu. Sebagai balasannya kau katakana “aku tidak ingin hidup seperti ibu, sekarang ini sudah beda bu..!!”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya kau tanya dia “kapan sawah kita terjual ?”
Saat umur 23 tahun ia belikan motor untukmu agar kau bisa bekerja dengan lancer. Sebagai balasannya kau ceritakan kepada teman-temanmu akan keuletan dan dedikasimu di perusahaan.
Saat kau berumur 24 tahun di kau pertemukan dengan tunanganmu, disambutnya dengan panuh suka cita. Sebagai balasannya kau kau ultimatum dia agar tidak Tanya macam-macam agar tak bikin malu
Saat kau berumur 25 tahun dia membantumu membiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya kau malah ingin cepat-cepat pindah jauh darinya
Saat kau berumur 30 tahun dia memberi beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya kau katakana “Bu, sekarang zamannya sudah berbeda…”
Saat kau berumur 40 tahun dia menelepon dan memberitahu kamu bahwa akan ada acara pertemuan dengan para saudaranya. Sebagai balasannya kau katakana “Bu, saya sibuk sekali nggak ada waktu”
Saat kau berumur 50 tahun dia sakit-sakitan sehingga banyak memerlukan perhatianmu. Sebagai balasannya kau malah berpikir pengaruh negative orang tua yang tinggal bersama anaknya
Dan hingga suatu hari dia meninggal dengan tenang kau baru sadar tiba-tiba teringat semua yang belum pernah kau lakukan,…..
“JIKA BELIAU MASIH ADA JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS DAN TANPA SYARAT KEPADAMU, PERBANYAK DOA DOA UNTUKNYA”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.