Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. QS. At Taubah : 82
Rasul pun menganjurkan kita untuk dapatnya berusaha menangis ketika membaca al Qur'an bukan hanya karena memahami maknanya tapi juga ingat akan betapa berat perjuangan Nabi untuk sampainya kitab suci itu dihadapan kita.
Berdoalah dengan tangismu kalo tidak bisa berusahalah untuk menangis dalam doa doamu
Para ahli sudah lama memperdebatkan kebenaran manfaat tangisan. Menurut Vingerhoets, Ph.D., profesor klinis psikologi klinis di Universitas Tilburg di Belanda menyatakan, secara fisiologis saat menangis sistem saraf parasimpatis jauh lebih rileks dibanding dengan kondisi yang tidak menangis (tertekan).
Saat menangis, sistem tubuh melepaskan opoid dan hormon oksitosin ke
dalam peredaran darah. Opoid merupakan senyawa kimia alami yang
mempengaruhi perasaan senang. Sedangkan oksitosin dikenal sebagai hormon
pembawa rasa tenang dan rileksasi.
Menangis secara ideal dan tidak berlebihan membuat anda merasa didukung dan diberi keleluasaan menunjukkan perasaan. Maka tak heran bila setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega.
Menangis juga bisa mengembalikan good mood anda lebih cepat. Mengapa? Karena air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. kandungan protein ini tidak bisa ditemukan bila anda menangis karena iritasi mata.
Menangis membuat mata ikut terbebas dari bakteri. Ini karena di dalam air mata terdapat cairan yang disebut lisozom. Lisozom mampu membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
Lalu mengapa pria lebih tahan untuk tidak menangis..? Jawabannya ada pada kadar hormon testosteron yang mereka miliki. Hormon ini dikenal sebagai ‘’hormon pria’’ yang akan menahan segala perasaan melankolis
Rasul pun menganjurkan kita untuk dapatnya berusaha menangis ketika membaca al Qur'an bukan hanya karena memahami maknanya tapi juga ingat akan betapa berat perjuangan Nabi untuk sampainya kitab suci itu dihadapan kita.
Berdoalah dengan tangismu kalo tidak bisa berusahalah untuk menangis dalam doa doamu
Dengan menangis kita bisa melepaskan segala beban yang menghimpit dan
seakan tidak ada lagi jalan keluar kecuali Kuasa Tuhan.
Nabi sering menyuruh sebagian
sahabatnya untuk membacakan al-Qur’an baginya. Beliau menyimak baik-baik
sementara para sahabat menyaksikan perlahan-lahan air mata menetes dari sudut
mata beliau kemudian melimpah mengaliri wajah beliau.
Pada peristiwa lain yang
dikisahkan Aisyah ra. Sebuah kisah yang disebutnya sebagai yang paling
mempesona dalam kehidupan Nabi. “Nabi bangun pada tengah malam, berwudlu lalu
melakukan sholat malam. Baru saja belia sampai pada bacaan al-Qur’an beliau
terisak-isak dan menangis sepanjang sholatnya, Aisyah menceritakan “Beliau
menangis sampai janggutnya basah oleh air mata”
Dan dilain kesempatan Nabi pernah
membcakan akhir surat
az-Zumar ayat 71 di hadapan sekelompok orang Anshor,.... mereka semua menangis,
kecuali seorang pemuda. Ia berkata saya berusaha untuk menangis tapi air mataku
tak keluar. Kepada Abu Dzar dan sahabat yang lain Nabi bersabda “Jika kamu
mampu menangis, menangislah. Jika tidak, rasakan kesedihan dalam hatimu.
Berusahalah untuk menangis, karena hati yang keras jauh dari Allah”.
Berusaha untuk menangis dianjurkan
Nabi untuk melembutkan hati. Tuhan sendiri menggambarkan orang-orang saleh dengan
menyebutkan “...bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Yang Maha
Pengasih, mereka rebah bersujud dan menangis” Maryam : 58
“Dan mereka menyungkur atas
muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk” -Al-Isra’ 109
Apa dengan demikian Islam
mengajarkan kecengengan, keputusasaan, ketidak berdayaan dan pesimisme ? Tentu
tidak, dalam Islam menangis bukan lambing keputus asaan. Menangis mengungkapkan
kelembutan hati untuk dapat menerima petunjuk Tuhan.
Selain mengungkapkan kelembutan
hati, tangisan juga menunjukkan kasih sayang pada sesama manusia dan bentuk
kepedulian kita terhadap sesama serta bukti kita masih mempunyai sense of
crisis dalam melihat betapa memilukannya keberadaan kawan disekitar kita lebih
lebih keadaan bangsa ini.
Sekali lagi cermati kasus perkasus negeri ini dan bagaimana ujung-ujungnya,
lalu menagislah ....... ...... .......
Para ahli sudah lama memperdebatkan kebenaran manfaat tangisan. Menurut Vingerhoets, Ph.D., profesor klinis psikologi klinis di Universitas Tilburg di Belanda menyatakan, secara fisiologis saat menangis sistem saraf parasimpatis jauh lebih rileks dibanding dengan kondisi yang tidak menangis (tertekan).
Menangis secara ideal dan tidak berlebihan membuat anda merasa didukung dan diberi keleluasaan menunjukkan perasaan. Maka tak heran bila setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega.
Menangis juga bisa mengembalikan good mood anda lebih cepat. Mengapa? Karena air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. kandungan protein ini tidak bisa ditemukan bila anda menangis karena iritasi mata.
Menangis membuat mata ikut terbebas dari bakteri. Ini karena di dalam air mata terdapat cairan yang disebut lisozom. Lisozom mampu membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
Lalu mengapa pria lebih tahan untuk tidak menangis..? Jawabannya ada pada kadar hormon testosteron yang mereka miliki. Hormon ini dikenal sebagai ‘’hormon pria’’ yang akan menahan segala perasaan melankolis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.