Minggu, 20 April 2014

Berserah diri kepada-Nya

Orang yang ikut mengatur bersama Allah adalah seperti anak yang pergi bersama ayahnya.

Keduanya berjalan di malam hari. Karena menyayangi anaknya, sang ayah senantiasa mengawasi dan memperhatikannya tanpa diketahui sang anak.

Anak itu tidak bisa melihat ayahnya karena malam yang teramat gelap. Ia meresahkan keadaan dirinya dan tidak tahu apa yang harus perbuat.

Ketika cahaya bulan menyinari dan ia melihat ayahnya dekat kepadanya, keresahannya sirna. Ia tahu ayahnya begitu dekat dengannya. Kini ia merasa tidak perlu ikut mengurus dirinya karena segala sesuatu telah diperhatikan oleh ayahnya.

Seperti itulah orang mengatur untuk dirinya.
Ia melakukannya karena berada dalam kegelapan – terputus dari Allah.
Ia tidak merasakan kedekatan Allah. Andaikata bulan tauhid atau mentari makrifat menyinarinya, tentu ia melihat Tuhan begitu dekat, sehingga ia malu untuk mengatur dirinya dan merasa cukup dengan pengaturan Allah.

Artikel selengkapannya ada di http://www.epesanan.com/berserah.htm
cuplikan buku: Mengapa Harus Berserah, Ibn Athaillah, Penerbit Serambi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.