Minggu, 25 Oktober 2020

Maulid Nabi Haramkah

Hukum Merayakan Maulid Nabi Muhammad:

Sebelum kita membahas hukum dari sesuatu, maka kita terlebih dahulu harus mengetahui hakikat sesuatu yang akan kita hukumi itu. Begitu pula ketika kita akan membahas hukum dari acara perayaan maulid nabi muhammad, maka kita harus tahu tentang apa sebenarnya yang di maksud dengan perayaan maulid nabi muhammad tersebut..! Untuk meringkas tulisan ini, kami akan memberi penjelasan tentang isi dari pada perayaan maulid nabi muhammad itu sendiri yang sudah biasa di lakukan di wilayah kami pribadi, yang mana isi dari perayaan maulid nabi muhammad itu tiada lain adalah:
1- Pembacaan ayat suci Al-qur’an.
2- Pembacaan sholawat nabi Muhammad, atau bahkan cerita tentang sejarah rosulullah
4- Berdoa kepada Allah.
5- Sedekah makanan dll (yang di sajikan oleh masyarakat atau tuan rumah pada saat itu).
Penting juga untuk kita ketahui bahwa perayaan maulid nabi muhammad yang di kemas seperti di atas, itu merupakan suatu syi’ar atau sebuah cara untuk menumbuhkan rasa cinta umat islam kepada nabi muhammad, dengan cara membacakan atau mendengarkan sejarah perjuangan, sifat & akhlak rosulullah yang sangat mulia.

Kenapa untuk menumbuhkan rasa cinta umat kepada nabi muhammad itu kita perlu menceritakan sifat & akhlak beliau..? Karena kita semua tahu bahwa perasaan cinta itu hanya dapat tumbuh melalui dua panca indra manusia saja, yaitu dengan mata dan telinga (penglihatan & pendengaran). Sedangkan bagi umat yang tidak pernah melihat rosulullah secara langsung (seperti kita semua) itu mustahil dapat mengagumi rosulullah kecuali melalui pengetahuan kita tentang sejarah dari rosulullah lewat pendengaran atau pembacaan kisah tentang rosulullah. & andaikan bercerita tentang sifat & akhlak rosulullah itu merupakan perkara yang haram & bahkan sebuah bid’ah, sebagaimana yang sering di koar-koarkan oleh sebagian aliran ormas islam, tentunya kita tidak akan pernah menemukan hadits yang di riwayatkan oleh para sahabat nabi tentang sifat & akhlak mulia baginda rosulullah. Tapi buktinya hadits tentang sifat & akhlak mulia rosulullah itu sangat banyak sekali. Tentu hal tersebut cukup menjadi dalil yang kuat tentang bolehnya bercerita masalah sifat & akhlak mulia rosulullah bagi orang yang memang berakal normal. Bahkan untuk menguatkan hati nabi muhammad dalam berjuang menyebarkan ajaran islam kepada seluruh umat manusia, Allah sendiri masih menceritakan kepada nabi muhammad tentang perjuangan dari para nabi sebelum beliau. Hal ini dapat kita ketahui dalam al-qur’an surat hud, ayat ke 120 sebagai berikut:
وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۚ (هود: ١٢٠)
Artinya: Dan semua kisah dari para rosul itu kami (Allah) ceritakan kepadamu (nabi muhammad), sebagai penguat hatimu.
  • Dalam kitab “Tasir ibnu katsir” di jelaskan tentang maksud surat hud, ayat ke 120 sebagai berikut:
    وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ (هود: ١٢٠). يقول تعالى وكل أخبار نقصها عليك من أنباء الرسل المتقدمين قبلك مع أممهم وكيف جرى لهم من المحاجات والخصومات وما إحتمله الأنبياء من التكذيب والأذى وكيف نصر الله حزبه المؤمنين وخذل أعداءه الكافرين، كل هذا مما نثبت به فؤادك يا محمد، أي قلبك، ليكون لك بمن مضى من إخوانك من المرسلين أسوة {تفسير إبن كثير – فى سورة هود – أية: ١٢٠}
    Artinya: Dan semua kisah dari para rosul itu kami (Allah) ceritakan kepadamu (nabi muhammad), sebagai penguat hatimu {Surat Hud: 120). Allah menyebutkan bahwa semua kisah para rosul terdahulu serta umatnya sebelum engkau (nabi muhammad) bagaimana perihal pertentangan & permusuhan yang di lancarkan oleh mereka terhadap pada nabinya, & pendustaan serta gangguan mereka yang di lancarkan terhadap para nabinya. Lalu Allah menolong golongan orang-orang yang beriman & menghinakan para musuhnya yang kafir. Semuanya itu di ceritakan untuk meneguhkan hatimu wahai nabi Muhammad, & agar engkau memiliki suri teladan dari kalangan saudaramu yaitu para rosul yang terdahulu.
  • Begitu pula dalam kitab “Tafsir Al-baghowi” di jelaskan tentang maksud dari surat hud, ayat ke 120 sebagai berikut:
    وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ (هود: ١٢٠).
    معناه وكل الذي تحتاج إليه من أنباء الرسل أي من أخبارهم وأخبار أممهم نقصها عليك لنثبت به فؤادك لنزيدك يقينا ونقوي قلبك، وذلك أن النبي صلى الله عليه وسلم إذا سمعها كان فى ذلك تقوية لقلبه على الصبر على أذى قومه {تفسير البغوي فى سورة هود – أية: ١٢٠}
    Artinya: Maksud ayat tersebut adalah: semua cerita tentang para rosul yang di butuhkan oleh nabi muhammad & cerita tentang umat mereka itu di ceritakan oleh Allah kepada nabi muhammad, suapaya Allah menguatkan hati nabi muhammad, supaya Allah menambah keyakinan & mengokohkan hati nabi muhammad. Hal tersebut membuat hati nabi muhammad setiap mendengar cerita itu akan menjadi kuat & bersabar atas tindakan kaum yang menyakiti beliau.
  • Begitu pula keterangan yang sama dalam kitab “Tafsir Al-qurthubi” di jelaskan tentang maksud dari surat hud, ayat ke 120 sebagai berikut:
    (وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ (هود: ١٢٠). قوله تعالى “وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ” كُلًّا نصب ب “نَقُصُّ” معناه وكل الذي تحتاج إليه من أنباء الرسل نقص عليك. وقال الأخفش “كُلًّا” حال مقدمة، كقولك: كلا ضربت القوم. مِنْ أَنبَاءِ الرُّسُلِ أي من أخبارهم وصبرهم على أذى قومهم. “مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ” أي على أداء الرسالة والصبر على ما ينالك فيها من الأذى. وقيل نزيدك به تثبيتا ويقينا. وقال إبن عباس ما نشد به قلبك. وقال إبن جريج نصبر به قلبك حتى لا تجزع. وقال أهل المعاني نطيب، والمعنى متقارب. و “مَا” بدل من كلا، المعنى نقص عليك من أنباء الرسل ما نثبت به فؤادك {تفسير القرطبي فى سورة هود – أية: ١٢٠}
~ Dari penjelasan ulamak tersebut, maka sangat aneh apabila ada umat islam yang melarang kita untuk bercerita tentang sejarah & sifat dari rosulullah yang sangat mulia di sisi Allah, hanya karena namanya di sebut sebagai perayaan maulid nabi muhammad (padahal isinya adalah membaca sholawat & sejarah rosul). Sedangakn Allah sendiri menceritakan kepada nabi muhammad tentang sejarah para rosul sebelum beliau, dengan tujuan suapaya hati nabi muhammad menjadi kuat & tegar dalam mengemban misi kerosulan. Padahal kita yakin bahwa nabi muhammad adalah nabi & utusan Allah yang tidak tertandingi dalam segi apapun oleh siapapun, namun Allah masih saja mencaritakan kepada beliau tentang sejarah para rosul yang sebalum beliau. Lalu bagaimana dengan kita sebagai orang yang hina ini, selaku orang yang sering rapuh dalam berjuang ini, kok tidak mau mendengar cerita tentang utusan Allah yang sangat luar biasa..? Apalagi sampai melarang orang lain untuk menceritakan atau mendengarkan cerita tentang sejarah & sifat rosulullah..? Padahal tidak ada orang yang akan mengagumi, apalagi mencintai seseorang tanpa mengenal & mengetahui tentang orang tersebut.
Biasanya orang yang anti perayaan maulid nabi muhammad itu akan berkata: Nabi muhammad sendiri merayaakan kelahirannya dengan berpuasa pada hari senin & bukan dengan seperti yang kalian lakukan itu”. Maka kami jawab bahwa untuk mensyukuri nikmat itu tidak harus berpuasa & puasa itu bukan satu-satunya cara untuk mensyukuri nikmat (kelahiran nabi muhammad adalah nikmat besar dari Allah bagi kita semua). Kenapa kami katakan bahwa puasa itu bukan satu-satunya cara untuk mensyukuri nikmat..? Karena dalam islam itu juga di ajarkan melakukan sujud syukur ketika mendapat nikmat, atau di ajarkan mengucapkan alhamdulillah, & tidak harus berpuasa.
  • Kenapa umat islam itu harus mencintai rosulullah..? Karena cinta itu sendiri dapat membuat pemiliknya akan tunduk patuh terhadap orang yang ia cintai, sebagaimana ucapan para pujangga cinta yang sudah populer ini:
    من أحب شيئا فهو عبده
    Artinya: barang siapa yang mencintai sesuatu, maka dia akan menjadi budak sesuatu itu (patuh).

Apalagi umat islam telah sepakat bahwa mencintai rosulullah itu hukumnya adalah wajib, hal ini di jelaskan oleh hujjatul islam “Al-ghozali” dalam kitabnya:
إعلم أن الأمة مجمعة على أن الحب لله ولرسوله صلى الله عليه وسلم فرض {إحياء علوم الدين/الجزء الرابع/صحيفة: ٢٨٦} الهداية جالن ساساك سورابايا
Artinya: Ketahuilah bahwa umat itu telah sepakat tentang wajibnya mencintai Allah & rosulnya.

Dari Penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa acara perayaan maulid nabi Muhammad yang di kemas dengan pembacaan sejarah, sifat atau akhlak mulia nabi muhammad, itu sebenarnya hanyalah sebuah cara untuk menanam rasa kagum kita kepada nabi muhammad, sekaligus untuk menumbuhkan & bahkan untuk menguatkan rasa cinta umat islam kepada rosulullah, yang dengan rasa cinta itulah kita berharap akan segera timbul spirit dalam menjalankan semua ajaran islam yang di bawa oleh beliau utusan tuhan. Sedangkan hukum dari sebuah cara itu sama dengan hukum tujuannya (jika tujuannya itu baik, maka caranya pun di anggap baik, jika tujuannya itu wajib, maka caranya pun hukumnya wajib), seperti yang telah di jelaskan dalam sebuah qaidah:
للوسائل حكم المقاصد
Artinya: Hukum dari sebuah pelantara itu sama dengan hukum tujuannya.

Apalagi jika hanya dengan cara membacakan sejarah rosul itu umat akan taat kepada Allah, Maka hukum membacakan sejarah rosul pun akan menjadi wajib, hal ini berdasarkan qaidah:
ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب
Artinya: Sesuatu yang wajib itu jika tidak bisa sempurna kecuali dengan sesuatu yang lain (pelantaranya), maka sesuatu itu (pelantaranya tersebut) hukumnya menjadi wajib pula.

Tapi sangat di sayangkan, niat mulia tersebut oleh sekelompok orang yang sangat anti terhadap perayaan maulid nabi muhammad itu di anggap sebagai kesesatan & merupakan amalan bid’ah yang wajib di tinggalkan. Padahal sebenarnya mereka itu tidak dapat membuktikan sisi kesesatan dalam perayaan maulid nabi muhammad, karena semua isi dari perayaan maulid nabi muhammad tersebut bersumber dari Al-qur’an & sunnah rosulullah (hadits). Seperti yang sudah kita tahu bahwa isi dari perayaan maulid nabi muhammad itu adalah:
1- Pembacaan ayat suci Al-qur’an.
2- Pembacaan sejarah rosululullah.
3- Pembacaan sholawat nabi Muhammad.
4- Berdoa kepada Allah.
5- Sedekah makanan dll (yang di sajikan saat itu) Justru kami pribadi sangat heran & penasaran tentang alasan mereka yang berani mengharamkan acara perayaan maulid nabi muhammad tersebut, & kami selalu bertanya pada diri sendiri: apakah mereka itu berani mengharamkan umat islam membaca Al-qur'an..? Apakah mereka itu berani melarang umat islam untuk bercerita atau mendengarkan sejarah rosulullah..? Kenapa mereka berani menuduh sesat orang yang membaca sholawat & mengeluarkan sedekah..? Apa alasan mereka mengharamkan umat islam untuk berdoa kepada Allah..?
Semoga kami masih percaya bahwa mereka yang melarang perayaan maulid nabi Muhammad itu masih punya akal normal & semoga kami masih sedia untuk selalu berdoa agar mereka di beri hidayah oleh Allah.

Biasanya orang yang menolak & mengharamkan perayaan maulid nabi muhammad itu mengaku memiliki ulamak yang sangat mereka segani & mereka patuhi, diantara ulamak karismatik mereka adalah Syaikhul islam “ibnu taimiyyah. Padahal ibnu taimiyyah sendiri ternyata memperbolehkan acara perayaan maulid nabi muhammad & bahkan beliau menyatakan bahwa pelakunya itu mendapat pahala yang besar. Hal ini di nyatakan langsung oleh ibnu taimiyyah dalam kitabnya, yaitu:
فتعظيم المولد وإتخاذه موسما قد يفعله بعض الناس ويكون له فيه أجر عظيم لحسن قصده وتعظيمه لرسول الله صلى الله عليه وسلم كما قدمته لك أنه يحسن من بعض الناس ما يستقبح من المؤمن المسدد، ولهذا قيل للإمام أحمد عن بعض الأمراء إنه أنفق على مصحف ألف دينار أو نحو ذلك فقال دعهم فهذا أفضل ما أنفقوا فيه الذهب، أو كما قال. مع أن مذهبه أن زخرفة المصاحف مكروهة. وقد تأول بعض الأصحاب أنه أنفقها فى تجويد الورق والخط، وليس مقصود أحمد هذا إنما قصده أن هذا العمل فيه مصلحة وفيه أيضا مفسدة كره لأجلها (إقتضاء الصراط المستقيم لمخالفة أصحاب الجحيم – لإبن تيمية/ ٢/ ١٢٦} المكتبة الشاملة
Artinya: Mengagungkan maulid nabi Muhammad & menjadikannya sebagai acara rutinan itu sungguh di lakukan oleh sebagian masyarakat, & mereka itu mendapat pahala yang besar, karena tujuannya yang baik & mengagungkan rosulullah..! ….. Andaikan kaum Wahabi (Kelompok yang menyesatkan acara maulid Nabi) itu belum menerima pernyataan di atas & masih keras kepala untuk menuduh perayaan maulid nabi muhammad sebagai perkara yang bid'ah, maka mereka harus mendengarkan komentar dari ulamak faforitnya yang lain, diantaranya adalah "ibnu Utsaimin" sebagai panutan kaum wahabi, ternyata ibnu utsaimin berkata dalam kitabnya sebagai berikut:

الشيء الذي إختلف فيه علماء السنة لا يقال إنه بدعة، أما الذي قال به أهل البدع نعم أما ما إختلف فيه علماء السنة فإننا لا نقول بدعة، وإلا كان كل مسألة فيها خلاف يكون المخالف فيها مبتدعا (تعليقات إبن عثيمين على الكافي لإبن قدامة – لإبن عثيمين: ٣٧٧) المكتبة الشاملة
Artinya: Sesuatu yang masih di perselisihlan oleh ulamak sunnah itu kami tidak di sebut sebagai bid’ah. Sedangkan yang di ucapkan oleh para pembuat bid’ah itu ya. Sesuatu yang masih di perselisihkan oleh ulamak sunnah itu kami tidak menyebutnya sebagai bid’ah. Karena jika tidak demikian (jika sesuatu yang masih di perselisihkan oleh ulamak sunnah itu di anggap bid’ah), berarti setiap masalah yang masih di perselisihkan oleh ulamak, maka orang yang tidak sependapat dengan hal tersebut akan di sebut ahli bid’ah.
Dan bagi saudaraku seiman, biasanya orang yang anti perayaan maulid nabi muhammad itu juga sering mengeluarkan hadits “Setiap perkara yang baru dalam agama itu bid’ah, & setiap bid’ah itu sesat”. Lalu mereka berkata bahwa perayaan maulid nabi muhammad itu tidak pernah di lakukan oleh rosulullah & para sahabat, bahkan tidak pernah di lakukan oleh para imam madzhab, kalau demikian berarti perayaan maulid nabi muhammad itu merupakan amalan bid’ah..! Maka kami jawab bahwa ucapan semacam itu hanya keluar dari orang yang tidak paham maksud dari sabda rosulullah tersebut, sebab itulah mereka mendefinisikan bid’ah sebagai suatu perbuatan yang tidak pernah di lakukan oleh nabi, padahal sebenarnya tidak seperti itu. Karena sesuatu yang keluar dari nabi itu bukan hanya perbuatan nabi saja, melainkan juga dari ucapan & ikrar nabi. Andaikan segala perbuatan yang tidak pernah di lakukan nabi itu adalah bid’ah, maka mengumandangkan adzan untuk sholat lima waktu pun merupakan amalan bid’ah, karena nabi sendiri tidak pernah adzan, tapi nyatanya adzan itu tetap di anjurkan oleh nabi melalu ucapan beliau & bukan melalui perbuatan beliau. Begitu pula dengan sahabat nabi yang makan daging binatang dhob (sejenis biawak) di depan rosulullah, saat itu nabi tidak memakannya & juga tidak melarangnya, ini yang kita kenal dengan sunnah taqriri (pembiaran nabi terhadap sesuatu) walaupun nabi tidak melakukannya sendiri.
Sekarang saya bertanya pada mereka yang menganggap bahwa perayaan maulid nabi muhammad itu merupakan amalan bid’ah, apakah mereka yakin bahwa Allah & rosulullah sendiri menganjurkan umat islam untuk membaca sholawat kepada nabi..? Apakah ada batasan waktu membaca sholawat itu..? Apakah Allah melarang umat islam untuk bercerita tentang orang sholeh, atau Allah justru melarang kita bercerita tentang kejelekan orang lain..? Apakah Allah melarang umat islam mencintai rosulullah..? Apakah Allah melarang umat islam bercerita tentang sejarah rosulullah, agar orang lain menjadi cinta kepada beliau..? Apakah islam melarang umatnya untuk berdoa kepada Allah..?
Jika mereka tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan benar, maka jelaslah bagi kita bahwa mereka menghukumi sesuatu hanya berdasarkan nafsu & tanpa ilmu. Semoga Allah memberi hidayah pada kita & mereka semua. 
Amiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.