Selasa, 23 Oktober 2012

Inikah Negeri Zamrud Khatulistiwa Itu ...

Inikah Zamrud Khatulistiwa ?

Negeri yang katanya Gema ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja itu kini merana .... tengoklah..... betapa jutaan saudara-saudara kita kehilangan pekerjaannya disamping yang lain terjerumus ke dalam jurang kemiskinan yang lebih dalam. Sementara yang masih bekerja dibayang-bayangi ketakutan habis kontraknya dan tidak diperpanjang lagi. Ketika ratusan orang bersenda gurau dengan trilyunan uang rakyat, sementara itu ratusan juta saudara kita yang lain tengah mengurut dada karena sulitnya mencari rupiah. Bayangan akan datangnya kemakmuran selepas era reformasi ternyata tak kunjung terpenuhi. Pemerintahan yang katanya kredibel sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf perekonomian rakyat ternyata hanya ilusi. Para anggota Dewan (pake De) menari kegirangan sambil menebar pesona dengan janji akan mengawal reformasi hingga terpenuhi kemakmuran yang merata juga tak kunjung nyata keberadaannya. Akhirnya kucoba mereka-reka Apa yang sesungguhnya terjadi pada negeri ini ?.

Jangan-jangan langit kelabu yang menimpa kita tahun-tahun ini terjadi karena seluruh bangsa ini sudah menjadi keluarga besar Fir’aun. Jangan-jangan para pemegang kekuasaan diantara kita sudah menjadi Fir’aun-Fir’aun kecil, yang menggunakan kekuasaan untuk memeras yang lemah, menindas yang rendah dan merampas hak orang yang tak berdaya.

Jangan-jangan orang-orang berduit kita sudah menjadi Qarun, yang rakus mengumpulkan dunia dengan tidak peduli halal dan haram. Demi uang kita tak ragu menghantam, memfitnah, menyakiti, bahkan membunuh sesama saudara kita. Kita sudah menjadi binatang-binatang buas. 

Zamrud khatulistiwa sudah kita ubah menjadi rimba raya yang menakutkan. Jangan-jangan para cerdik pandai kita sudah menjadi Haman, yang mempersembahkan kecerdasannya untuk mengabdi kepada kezaliman. Kecerdikan kita gunakan untuk meliciki orang banyak. Kepintaran kita manfaatkan untuk mem-minter-i orang-orang bodoh.

Jangan-jangan ulama’ kita sudah menjadi Bal’am bin Ba’ura. Kita jual ayat-ayat untuk memenuhi hawa nafsu kita. Kita mengemas ambisi dunia dengan ritus-ritus kesalihan. Kita ayunkan langkah kita ke istana para penguasa dengan menundukkan kepala dihadapan mereka seraya menggumamkan ayat-ayat Allah untuk membenarkan kedzaliman mereka.

Jangan-jangan kita semua sudah tidak peduli lagi dengan perintah-perintah Tuhan. Kita semua sudah menjadi budak-budak dunia. Di masjid kita besarkan asma Allah, di luar masjid kita menyepelehkan Dia. Tangan-tangan yang kita angkat dalam doa-doa kita adalah juga tangan-tangan yang bergelimang dosa. Lidah-lidah yang kita getarkan untuk menyebut asma Allah yang suci adalah juga lidah-lidah yang berlumuran kata-kata kotor dan kemunafikan. Kepala yang kita rebahkan dalam sujud adalah juga kepala yang kita dongakkan dengan sombong dihadapan hamba-hamba Allah lainnya.
Lalu,...... Wallahu A’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.